TENGGARONG – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya video deretan ratusan sepeda motor yang diduga kuat akan menjadi armada operasional program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Video yang diunggah akun TikTok @driver_lintasnusantara87 tersebut memperlihatkan kendaraan tipe adventure yang siap dikerahkan untuk mendistribusikan makanan hingga ke pelosok.
Dalam video tersebut, seorang pria menyebutkan bahwa kendaraan roda dua ini merupakan fasilitas dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan petugas MBG dapat menjangkau masyarakat dengan cepat.
Menanggapi viralnya armada tersebut, Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kutai Kartanegara, Sunggono, menilai penggunaan motor sebagai alat distribusi sangatlah tepat. Mengingat karakteristik wilayah Kukar yang luas dengan banyak desa di kawasan hulu dan pesisir, kendaraan roda dua dianggap sebagai solusi paling taktis menembus akses jalan yang terbatas.
“Kami belum mendapatkan informasi resmi (terkait alokasi unit), namun jika nantinya di Kukar ada armada motor untuk distribusi MBG, tentu akan sangat memudahkan. Terutama untuk menjangkau sekolah atau masyarakat di wilayah hulu yang sulit diakses mobil,” ujar Sunggono, Rabu (8/4/2026).
Penggunaan motor tipe adventure ini bukan tanpa alasan. Spesifikasi tersebut dipilih untuk menjamin ketepatan waktu distribusi di berbagai medan, mulai dari jalan aspal hingga jalur tanah. Kecepatan distribusi menjadi kunci utama agar makanan yang dikirim tetap dalam kondisi higienis dan layak konsumsi saat sampai ke tangan penerima.
Dukung Pembagian Motor Trail untuk SPPG
Pihaknya sangat mendukung jika penyediaan armada ini benar-benar direalisasikan hingga ke daerah. Hal ini akan menjadi tulang punggung kesuksesan program MBG di wilayah Kukar.
“Penggunaan kendaraan roda dua memungkinkan petugas bergerak lebih lincah. Kami terus memantau perkembangan teknis penyaluran sembari menyiapkan skema terbaik agar manfaat program ini merata hingga ke pelosok desa,” tambahnya.
Hingga saat ini, pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mematangkan persiapan teknis. Selain kesiapan armada, skema penyaluran yang efektif sedang disusun agar program prioritas nasional ini dapat berjalan tanpa kendala geografis yang berarti di wilayah berjuluk “Kota Raja” tersebut.
Masyarakat kini menantikan kehadiran armada “pengantar gizi” ini di sekolah-sekolah dan desa-desa terpencil sebagai simbol nyata pemerataan pelayanan kesehatan dan nutrisi bagi anak bangsa.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








