Wabup Kukar Yakinkan Investor Jakarta untuk Segera Bangun Mal dan Bioskop di Tenggarong

Pertemuan Wabup Rendi Solihin di Jakarta, menemui Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja. (IST)

TENGGARONG – Warga Tenggarong mungkin tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk sekadar nonton bioskop atau belanja di mal. Kabar segar ini berhembus setelah Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, terbang ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, Kamis (29/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Pondok Indah itu bukan sekadar obrolan formal. Ini adalah langkah konkret Pemkab Kukar untuk “mengetuk pintu” investor agar pembangunan pusat perbelanjaan modern di Kota Raja bukan lagi sekadar wacana.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap NWP Group bisa berjodoh dengan Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Rendi dengan nada optimis.

Rendi tak datang sendirian. Ia memboyong tim teknis dari perizinan dan UMKM untuk meyakinkan para pemegang modal bahwa Kukar adalah “rumah” yang nyaman bagi investasi. Obrolan ini sebenarnya adalah kelanjutan dari kunjungan lapangan NWP Property Group ke Tenggarong akhir tahun lalu.

Sejak saat itu, gerak cepat dilakukan. Mulai dari rapat maraton lintas dinas hingga surat-menyurat resmi, semuanya dilakukan demi satu tujuan: memberi kepastian hukum dan kenyamanan bagi investor.

Butuh Rencana Detail dan Jangka Panjang

Rendi menyadari membangun mal bukan seperti membangun warung yang bisa selesai dalam semalam. Ini adalah komitmen jangka panjang.

“Investasi itu bicara soal puluhan tahun ke depan. Tugas kami di pemerintah daerah adalah memastikan investor merasa aman dan semua pihak tidak ada yang dirugikan. Semuanya harus berjalan sehat,” jelasnya.

Jika rencana ini mulus, dampaknya diprediksi bakal terasa langsung ke kantong warga. Bukan cuma soal gaya hidup atau tempat nongkrong baru, kehadiran mal dan bioskop diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Menariknya, Rendi juga menitipkan nasib para pelaku usaha kecil. Ia ingin UMKM lokal punya ruang untuk ikut “numpang keren” dan berkembang di dalam ekosistem mall tersebut nantinya. Jadi, investasi besar masuk, pedagang kecil pun ikut terangkat.

“Semoga proses perizinan dan langkah-langkah selanjutnya diberi kemudahan. Ini semua demi kemajuan ekonomi masyarakat Kukar,” tutup Rendi.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait