Persiapan Sudah 60 Persen, Halaman Parkir Tangga Arung Square Siap Jadi Pusat Takjil Terbesar di Tenggarong

Denah Pasar Ramadhan TAS 2026. (Pengelola TAS)

TENGGARONG –Pasar Ramadan di Tenggarong pada tahun 2026 dipastikan akan berpindah lokasi. Jika tahun-tahun sebelumnya kemeriahan berburu takjil berpusat di Jalan Monumen area Masjid Agung, tahun ini Pemerintah Kecamatan Tenggarong resmi memusatkan kegiatan tersebut di halaman parkir Tangga Arung Square (TAS).

Hingga saat ini, persiapan fisik di lokasi dilaporkan telah mencapai 60 persen. Camat Tenggarong, Sukono, mengungkapkan perpindahan ini dilakukan untuk memberikan wadah yang lebih representatif bagi para pedagang musiman maupun pengunjung.

Bacaan Lainnya

“Biasanya Pasar Ramadan ini berada di area Masjid Agung, tapi untuk 2026 ini akan kita laksanakan di TAS. Kami ingin menyediakan tempat yang nyaman bagi pedagang untuk mencari rezeki,” ujar Sukono, Rabu (4/2/2026).

Antusiasme pedagang menyambut Ramadan 2026 ini tercatat sangat luar biasa. Koordinator Multimedia Pengelola TAS, Idrus Jamaludin Eko, membeberkan bahwa dari 200 lapak yang disediakan, semuanya kini telah terisi penuh.

“Bahkan saat ini ada 213 pedagang yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list). Mereka dipersiapkan untuk menggantikan pendaftar utama jika ada yang mengundurkan diri,” kata Idrus.

Pedagang Kota Bangun Ikut Daftar

Menariknya, pendaftar tidak hanya datang dari warga lokal Tenggarong saja. Ada pedagang yang berasal dari Kecamatan Kota Bangun, yang menunjukkan optimisme tinggi bahwa Pasar Ramadan di TAS akan menjadi magnet ekonomi baru.

Untuk dapat berjualan di lokasi strategis ini, pedagang dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 1 juta. Dengan biaya tersebut, pedagang tidak perlu pusing memikirkan sarana penunjang karena pengelola sudah menyiapkan fasilitas lengkap.

Fasilitas yang didapatkan pedagang:

 Tenda jualan yang seragam.

 Sambungan jaringan listrik.

 Jaminan kebersihan area.

 Petugas keamanan khusus.

“Harapan kami, pedagang bisa berjualan dengan tenang dan nyaman. Selain membantu ekonomi warga, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi lapak dan pengelolaan parkir yang lebih tertata,” pungkas Sukono.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait