2 Minggu Lagi MPLS, Sekolah Rakyat Samarinda Masih Kekurangan Murid

Kuota Sekolah Rakyat Samarinda belum terpenuhi. (Diskominfo)

Samarinda – Program Sekolah Rakyat yang digagas Pemerintah Pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok miskin ekstrem dan anak putus sekolah mulai berjalan di Kalimantan Timur. Namun, hingga dua minggu menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan pada 30 September 2025, pendaftaran di Samarinda masih kekurangan murid.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Achmad Rasyidi, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Samarinda tersebar di tiga lokasi, yakni SMA Negeri 16 Samarinda, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Bacaan Lainnya

“Program Sekolah Rakyat ini diinisiasi langsung oleh Presiden untuk anak-anak yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama dari desil 1 dan desil 2 atau kelompok paling miskin.”

“Semua biaya ditanggung negara, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah, hingga makanan,” jelas Rasyidi saat dialog publika di Samarinda, Senin (15/9/2025).

Kuota Belum Terpenuhi

Saat ini, proses pendaftaran masih berjalan. Di SMA Negeri 16, satu rombongan belajar (rombel) sudah terisi 24 siswa, masih kurang satu untuk mencapai kuota penuh. Sementara di tingkat SD, dari kuota 50 siswa, baru 19 orang mendaftar, sehingga masih ada kekurangan 31 murid.

Di BPVP, rombel SMA dan SMP sudah terpenuhi, tetapi rombel SD masih membutuhkan tambahan peserta. Semua usulan calon siswa dari masyarakat akan melalui proses verifikasi dan validasi lapangan untuk memastikan sesuai sasaran.

“Jika ada informasi tentang anak putus sekolah dari keluarga tidak mampu, kami akan segera tindak lanjuti dengan pengecekan lapangan,” tegas Achmad.

Dukungan dari Daerah Lain

Selain Samarinda, sejumlah daerah di Kaltim juga mengajukan proposal program Sekolah Rakyat ke pemerintah pusat, di antaranya Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Berau, dan Bontang. Saat ini, proposal tersebut masih menunggu proses validasi dan peninjauan lapangan.

Program Sekolah Rakyat tak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penumbuhan jiwa wirausaha, serta penguatan aspek spiritual siswa. Demi keamanan, asrama dilengkapi wali asrama, petugas keamanan, hingga CCTV yang terhubung langsung ke kementerian pusat.

Rasyidi berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat agar program ini berjalan sukses. “Dengan kerja sama semua pihak, Sekolah Rakyat bisa membantu anak-anak Indonesia meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (gis)

Bagikan:

Pos terkait