Di Kelay, Kabupaten Berau, ada satu tempat yang sangat indah. Namanya Kampung Merabu. Saking indahnya, kawasan tersebut sampai dapat level Surga Tersembunyi. Tapi anomalinya, di tempat seperti surga itu, justru tidak ada jaringan telekomunikasi, listrik susah, aksesnya bukan main.
Di pedalaman Kalimantan Timur, tersembunyi sebuah permata alam yang belum banyak dikenal wisatawan. Yaitu Kampung Merabu. Desa wisata yang resmi bernama “Merabu Asik” itu memiliki luas sekitar 22.000 hektare. Di dalamnya, terdapat kurang lebih 300 jiwa yang hidup harmonis dengan alamnya.
Apa yang Membuat Kampung Merabu Begitu Istimewa?
Pertama, Merabu merupakan bagian dari bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat, sebuah kawasan geologi yang kaya dan sedang diajukan menjadi geopark (Taman Bumi), bahkan UNESCO Global Geopark.
Bentuk-bentuk batu kapur, gua-gua purbakala, stalaktit-stalagmit, dan jejak tangan manusia purba di Gua Beloyot adalah bukti masa lalu yang memikat.
Kedua, ada sebuah danau yang sangat jernih bernama Danau Nyadeng, dengan air hijau-toska yang sejuk menyejukkan jiwa. Airnya cukup bersih bahkan bisa langsung diminum setelah diuji.
Ketiga, sebagian besar wilayah adalah hutan tropis dataran rendah yang masih relatif baik. Seluas ±60% adalah hutan lindung, sisanya hutan produksi.
Keempat, flora dan fauna khas Kalimantan masih bisa ditemukan di sana, termasuk primata dan satwa lainnya yang bergantung pada habitat yang terjaga.
Kelima, penduduk desa terutama dari suku Dayak Lebo / Dayak Basaf, memiliki tradisi dan kekerabatan dengan suku-suku sekitar, serta kepercayaan serta cerita lokal yang kuat. Keberadaan situs purbakala dan mitos menjadi bagian identitas. Homestay-homestay di kampung Merabu dikelola masyarakat lokal, memberikan pengalaman bertemu langsung gaya hidup dan budaya lokal.
Terakhir, Kampung Merabu adalah kampung percontohan hutan desa, khususnya untuk pengelolaan hutan lindung secara partisipatif. Luas area hutan desa yang diakui secara resmi mencapai ±8.245 hektar. Warga aktif dalam menjaga hutan, mengupayakan ekowisata sambil menjaga keseimbangan alam (ekologi), budaya, dan ekonomi.
Mengapa Disebut “Surga Tersembunyi”?
Relatif belum ramai: meski memiliki potensi sangat besar, Merabu belum seperti destinasi wisata arus utama. Infrastruktur sedang diperbaiki (jalan, jembatan, akses ke gua Beloyot) agar lebih ramah bagi wisatawan.
Alam yang masih alami dan belum terjamah: hutan tropis, karst, goa, dan danau yang airnya bening dan masih murni — suasana yang jarang ditemui di tempat wisata massal.
Eksplorasi sejarah dan budaya: jejak tangan prasejarah di gua-gua, mitos, serta gaya hidup tradisional menjadi daya tarik unik yang tidak semua wisatawan bisa temukan di tempat lain.
Partisipasi masyarakat lokal: bukan hanya objek wisata saja, namun penduduk sendiri yang menjadi penjaga dan pengelola — sehingga wisata yang datang membawa manfaat langsung bagi komunitas; bukan hanya eksploitasi.
Potensi masa depan geopark & ekowisata: karena berada di jalur geopark yang sedang diusahakan statusnya secara nasional dan internasional, Merabu punya peluang besar jadi destinasi wisata alam dan ilmu pengetahuan.
Di Surga, Listrik Susah
Pekan lalu, di sela kunjungannya ke Berau, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud singgah ke Kampung Merabu. Ia mengemudikan mobil sendiri, untuk merasakan sensasi berkendara ke ‘surga’.
Apa yang ia rasakan? Capek!
Ia mengakui jika infrastruktur dasar di Merabu masih jauh dara kata memadai. Hingga kini, sinyal internet belum tersedia, listrik belum terdistribusi secara maksimal, serta akses jalan menuju lokasi masih sulit dilalui.
“Kami menyaksikan sendiri, di sini sinyalnya belum ada. Listriknya juga belum teraliri secara baik. Jalannya juga seperti itu, masih jalan tanah semua,” keluh Rudy Mas’ud.
Dari perjalanannya itu, Rudy ingin ke depan Kampung Merabu mendapat perhatian lebih. Jika saat ini semua keindahan di sana masih berstatus potensi wisata. Kelak harus menjadi destinasi wisata.
Ia ingin mewujudkan Kampung Merabu yang betulan asyik, karena semua infrstruktur dasar terpenuhi. Namun tetap menyajikan kesederhanaan dan tradisionalitas khas Merabu. (gis)








