Biar Karier Naik dan Berkah, ASN Kaltim Diminta Kelola Uang dengan Cara Syariah

Ilustrasi: ASN mengendarai motor di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Samarinda – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Timur diminta lebih cerdas dalam mengelola keuangan, terutama dengan menerapkan prinsip syariah. Hal ini penting bukan hanya untuk menjaga stabilitas hidup di tengah ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga demi keberkahan serta profesionalisme dalam karier.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Nina Dewi, menegaskan bahwa literasi keuangan syariah adalah kebutuhan mendesak bagi ASN. “Kita ingin terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan, yang nantinya bisa berdampak pada karier ASN,” ujarnya dalam kegiatan Sharing Session bertema “Hidup Tenang di Tengah Krisis, Cara Cerdas Mengelola Keuangan Secara Syariah” yang digelar secara virtual, Selasa (16/9/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut Nina, kemampuan mengelola uang secara bijak adalah bentuk proteksi diri agar ASN dapat menutup masa bakti dengan aman, tenteram, dan jauh dari masalah hukum. Kegiatan ini juga diharapkan mencegah ASN terjebak pada praktik keuangan spekulatif maupun konsumtif yang berisiko tinggi.

Acara tersebut diikuti 400 peserta dari perangkat daerah Pemprov Kaltim hingga ASN di seluruh Indonesia. Hadir pula Ahmad Hudaifah, Dosen Ekonomi Syariah dari Universitas Internasional, yang membagikan wawasan tentang strategi pengelolaan finansial berbasis syariah.

Contoh Implementasi Ekonomi Syariah

Ada beberapa implementasi ekonomi syariah yang bisa diterapkan di dalam rumah tangga, terutama untuk ASN. Di antaranya:

Tidak Konsumtif

Hidup sederhana, tidak boros, dan menghindari israf (pemborosan) atau tabdzir (menghambur-hamburkan harta). Pengeplotan keuangan perlu mendahulukan kebutuhan pokok, pendidikan, tabungan, dan sedekah. Bukan check out barang-barang tidak perlu, atau menyicil barang mahal demi menyuapi gengsi.

Sumber Pendapatan Halal

Pastikan pemasukan berasal dari pekerjaan atau usaha yang halal. Bukan dari hasil judi, bisnis ilegal, dan tentu saja … korupsi!

ASN adalah profesi yang sangat rentan dengan korupsi. Maka pengendalian diri terhadap kesempatan ‘mencuri’ ini sangat penting. Jika pendapatan dari pekerjaan menjadi aparatur negara kurang, ASN bisa membuka usaha halal sederhana seperti berjualan makanan. Baik dikerjakan sendiri di luar jam kerja, atau menggaji orang untuk mengerjakannya.

Hal Lainnya

Rutin mengeluarkan uang untuk sedekah, infaq, dan zakat juga langkah-langkah syariah yang disarankan untuk ASN. Karena selain melatih empati, juga cara yang bagus untuk mencari kebahagiaan dari jalur spiritual-sosial. Cara lainnya adalah merencanakan ibadah haji atau umrah, menabung, hingga berinvestasi di bisnis halal dalam skala besar –untuk jangka panjang. (gis)

Bagikan:

Pos terkait