Manfaatkan Momentum Ledakan Pengunjung di Periode Lebaran, Museum Mulawarman Ubah Tata Letak hingga Siapkan Produk Digital agar Pengalaman Wisata Sejarah Lebih Wah

Museum Mulawarman alami ledakan kunjungan selama periode Lebaran Idulfitri 2026. (Foto: Antara)

TENGGARONG – Momentum libur Lebaran dimanfaatkan maksimal oleh UPTD Museum Negeri Mulawarman, untuk meningkatkan pengalaman wisata sejarah bagi para pengunjung. Lonjakan wisatawan yang datang sejak hari pertama Idulfitri mendorong pengelola melakukan berbagai pembaruan, mulai dari penataan ulang ruang pamer hingga pengembangan platform digital.

Kepala Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugiyono Ideal, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan selama periode Lebaran mengalami peningkatan signifikan, didominasi kalangan keluarga yang ingin mengenalkan sejarah kepada anak-anak.

Bacaan Lainnya

“Pada musim libur Lebaran ini, jumlah pengunjung meningkat cukup tajam dibanding hari biasa, rata-rata mencapai 500 hingga 700 orang per hari,” ujarnya, Minggu, berdasar laporan Antara.

Tata Letak Baru dan Layanan Informasi Ditingkatkan

Untuk menyambut lonjakan tersebut, pengelola museum melakukan perubahan tata letak pameran guna menghadirkan suasana baru yang lebih menarik dan tidak monoton bagi pengunjung.

Selain itu, sejumlah kios informasi juga disiapkan di berbagai titik strategis untuk memberikan penjelasan lebih mendalam terkait koleksi yang dipamerkan, sehingga pengalaman belajar sejarah menjadi lebih interaktif.

Tak hanya pembaruan fisik, Museum Mulawarman juga mulai bertransformasi ke arah digital dengan meluncurkan situs web resmi serta aplikasi ponsel pintar yang memuat katalog koleksi dan agenda kegiatan.

Ribuan Koleksi Jadi Daya Tarik Utama

Museum kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur ini menyimpan lebih dari 5.000 benda bersejarah dari berbagai klasifikasi, mulai dari arkeologi, etnografi, seni, hingga koleksi geologi dan biologika.

Beragam koleksi unggulan seperti singgasana Raja Kutai, patung Lembuswana, alat pangkon, hingga kelambu kuning menjadi magnet utama yang selalu ramai dikunjungi.

Tak hanya itu, peninggalan Kesultanan Kutai, miniatur rumah adat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, serta koleksi keramik dari Dinasti China kuno dan senjata tradisional Suku Dayak turut memperkaya pengalaman wisata budaya di museum ini.

“Berbagai sajian utama kami hadirkan untuk memanjakan pengunjung, mulai dari artefak kuno, lukisan, hingga warisan budaya yang sarat nilai sejarah,” jelas Sugiyono.

Komitmen Kembangkan Wisata Digital

Sugiyono menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan platform digital guna mempermudah akses wisatawan dalam menjelajahi koleksi museum, baik secara langsung maupun daring.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Museum Mulawarman tidak hanya sebagai tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif modern yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Museum Mulawarman optimistis mampu memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap wisata sejarah sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pelestarian budaya di Kalimantan Timur.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait