Samarinda – Pembinaan atlet di Kota Samarinda masih terbilang belum maksimal, hal ini di ungkapkan Ketua Komis IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti saat di wawancarai awak media Jumat (10/02/2023).
Menurut Puji hal itu tidak terlepas dari anggaran pembinaan atlet yang kurang dan dalam beberapa tahun ke belakang kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda diterpa berbagai masalah.
“Anggaran kecil tidak maksimal untuk membina atlet dan ada kasus- kasus di pengurusan KONI sebelumnya,” ucapnya.
Padahal jika melihat prestasi para atlet Kota Samarinda pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VII Kalimantan Timur yang digelar pada akhir tahu 2022, kontingen atlet Samarinda berhasil menjadi juara umum dengan memperoleh 254 medali emas, 183 medali perak dan 204 medali perunggu.
“Kepengurusan baru melakukan pembenahan di Koni, dan di bawah tanggung jawab Dispora semoga bisa bekerja ,berkoordinasi, berkolaborasi lebih bagus lagi,” ucapnya.
Di akhir dirinya juga meminta jika anggaran pembinaan atlet tidak mencukupi diharapkan agar pemkot melakukan kerja sama dengan dunia usaha dan menggunakan dana CSR untuk menutupi kekurangan anggaran. (Idham/Adv/DPRD Samarinda)







