Mediaetam.com, Berau – Persoalan seputar kesehatan menjadi tema yang cukup serius dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (02/03/2023).
Satu hal yang tak luput dari pembahasan tersebut yakni kondisi dua puskesmas yang terletak di Kecamatan Tanjung Redeb, yakni Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis.
Salah satu pimpinan Puskesmas Tanjung Redeb, Kasran, yang sempat ditemui media ini mengatakan bahwa bangunan Puskesmas Tanjung Redeb merupakan bangunan lama, bertingkat dua, dengan luas sekitar 23 m × 27 m.
Luas puskesmas itu tentu terlalu kecil untuk menampung semua ruangan yang dibutuhkan dengan fokusnya masing-masing.
Padahal, hal itu sangat penting agar tenaga kesehatan (nakes) dapat bekerja secara maksimal dan penuh konsentrasi dalam melayani pasien.
“Kita perlu ruangan untuk masing-masing poli. Kita belum punya ruangan untuk poli lansia. Poli konsultasi kesehatan keliling (kesling) juga tidak punya.
Bahkan, ruangan lab hanya ukuran 2 m × 3 m. Belum lagi perabot meja dan peralatan lainnya sangat tidak memungkinkan,” jelasnya.
Kekurangan ruangan ini membuat pihaknya pun menggunakan ruang tunggu berukuran 5 m × 6 m untuk berbagai keperluan.
“Ruangan itu sekaligus untuk ruang tunggu orang berobat. Di situ juga untuk poli anak, poli gigi, labkes, dan obat.
Harapan kita kalau ruangan itu masing-masing ada, kita fokus pada pelayanan, supaya masyarakat bisa terlayani secara maksimal.
Anggaran kita kata bupati banyak. Kalau tahun ini tidak terealisasi, harapannya minimal tahun 2024 sudah tersedia bangunan yang kami butuhkan,” paparnya.
Senada dengan Kasran, Anggota DPRD Berau Dapil I Tanjung Redeb, Ratna menegaskan bahwa keadaan Puskesmas Tanjung Redeb dan Bugis memang sudah tidak layak.
“Bahkan pasien itu, ketika menunggu giliran untuk berobat, duduknya di tangga. Tangga naik ke lantai dua. Sangat-sangat tidak layak,” tegasnya.
Melihat kondisi anggaran yang cukup memadai, Ratna meminta agar alokasi anggaran juga difokuskan ke puskesmas yang ada di ibu kota kabupaten tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Halijah Yasin mengatakan bahwa dua puskesmas dalam kota itu memang perlu ditangani segera.
Namun, sesuai rencana, pihaknya akan membangun secara bertahap. Tahun ini difokuskan terlebih dahulu untuk relokasi Puskesmas Kampung Bugis.
“Anggarannya sudah ada. Dalam waktu dekat akan dilelang dan pemenang tendernya bisa langsung bergerak dan bekerja,” sambungnya.
Sedangkan untuk Puskesmas Tanjung Redeb, dalam perencanaan akan direhab kembali ruangannya tahun depan. (*/Elton Wada)
Editor: Elton Wada








