Mediaetam.com, Berau – Taupan Madjid resmi dilantik menjadi Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Berau periode 2022-2027, usai terpilih secara aklamasi pada Oktober 2022.
Dengan pelantikan itu, dirinya berkomitmen untuk menuntaskan setiap program yang belum terlaksana, bersama seluruh pengurus yang baru dilantik, Sabtu (11/3/2023).
Salah satu program itu yakni membentuk Badan Pengurus Kecamatan (BPK) KKSS Berau yang tersebar di seluruh kecamatan. Upaya itu bertujuan untuk menjangkau warga KKSS hingga ke tingkat kampung.
BPK KKSS yang terbentuk itu tentu akan menyatukan seluruh warga Sulsel di Kabupaten Berau. Pasalnya, lebih dari 30 persen jumlah penduduk Berau adalah masyarakat Sulsel.
“Tentu, ini adalah potensi yang sangat luar biasa apabila seluruh warga Sulsel bersatu. Supaya kita semua dapat berkarya dalam bentuk kepedulian apapun untuk pembangunan daerah,” tuturnya.
Taupan mengaku, saat ini sudah ada 5 kecamatan yang telah dibentuk BPK KKSS. Kecamatan itu di antaranya Sambaliung, Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk, dan Pulau Derawan.
“Lima kecamtan itu segera kami lantik. Kemudian, untuk kecamatan lain sudah ada mandatnya. Tinggal dibentuk kepengurusannya dalam waktu dekat. Kami akan mengunjungi semua kecamatan itu.
Nantinya, saat bulan Ramadhan, kami akan mengadakan Safari Ramadhan ke setiap kecamatan itu dalam rangka bentuk silaturahmi,” terangnya.
Selain bertekad untuk menyatukan masyarakat Sulsel, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau ini juga akan mewujudkan beberapa program lain yang tersusun dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Di bidang sumber daya manusia (SDM), nanti kami akan berikan pelatihan. Contohnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan keterampilan.
Termasuk di bidang tenaga kerja, kami juga sudah merajut kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Saya pun ikut menyumbang untuk tenaga kerja kami. Sehingga, dapat membantu jaminan sosial untuk mereka,” jelasnya.
Untuk target jangka panjang, Taupan bertekad menarik investasi dengan tujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Berau.
Dirinya pun mengklaim bahwa sudah ada jaringan yang sudah dibangun hingga ke tingkatan pusat terkait tata ruang wilayah.
“Sudah ada jaringan hingga ke pusat, bersama KKSS Pusat. Mereka akan mencari lahan sekitar 300 hektare untuk berinvestasi, semacam tanaman dan pemeliharaan hewan ternak.
Saya juga sudah berkoordinasi dengan DPUPR Berau bahwa lahan kita ada saja yang kosong hingga 300-500 hektare,” ucapnya.
Taupan pun optimis bahwa investasi di bidang pertanian dan peternakan di Bumi Batiwakkal dapat menggaet para investor demi menunjang ekonomi di daerah.
“Kalau disampaikan oleh Bupati Berau, bahwa warga kita banyak yang berpotensi di sini. Tentu, dalam rangka menyambut IKN di Kalimantan Timur. Kita harus mebantu mengemas sumber-sumber ekonomi di wilayah penyangga ini,” pungkasnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih memberikan apresiasi kepada warga KKSS yang selama ini berperan penting dalam pembangunan di Bumi Batiwakkal.
Salah satunya dengan menjaga hubungan yang baik antara warga Sulsel dengan suku asli Berau dan suku-suku lainnya.
“Masyarakat Sulsel banyak yang berkontribusi di bidang pemerintahan, stabilitas daerah, investasi, tenaga kerja, hingga bidang lainnya. Tentu, hal ini harus kita apresiasi dan berikan penghargaan yang setinggi-tingginya,” tuturnya.
Tak dimungkiri, dirinya pun membenarkan kiprah KKSS Berau sebagai salah satu organisasi kerukunan yang besar di Kabupaten Berau.
Karena itu, Sri berharap agar organisasi itu dapat memberikan aksi nyata untuk daerah dan selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
“Jaga terus solidaritas dan kerukunan bersama suku lainnya. Marilah kita jadikan Kabupaten Berau sebagai rumah kita bersama,” tandasnya. (*/Christian)
Editor: Elton Wada








