Mediaetam.com, Berau – Pemerintah Kecamatan Teluk Bayur bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau memberi bantuan bagi warga Tumbit Melayu yang terdampak banjir.
Bantuan yang diberikan itu diterima langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan BPK Tumbit Melayu, pada Selasa (9/5/2023).
Kepada media ini, Rabu (10/5/2023), Camat Teluk Bayur Endang Iriani, menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan oleh pihaknya bersama Dinsos itu ditujukan untuk warga terdampak banjir, khususnya yang mendiami wilayah RT 01, RT 02, RT 08, RT 09, RT 10, dan RT 14.
Endang pun menegaskan bahwa banjir yang terjadi di Tumbit Melayu merupakan banjir yang terjadi setiap tahun. Setiap kali turunnya hujan dengan intensitas tinggi, kampung Tumbit Melayu selalu tergenang banjir.
Untuk mengantisipasi warga agar tidak terdampak, memang dibutuhkan relokasi. Namun, yang menjadi kendala saat ini adalah ketersediaan lahan. Sebab, belum ada lahan yang disiapkan untuk merelokasi warga.
“Untuk masalah lahan ini memang perlu proses. Lebih kurang, sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Dan ini tidak mudah karena pasti ada pro kontra,” sambungnya.
Selain relokasi, pihaknya pun berharap agar ke depan dibangun drainase yang lebih baik. Selepas pembangunan, drainase itu perlu juga dirawat berkelanjutan agar air dapat mengalir lancar dan banjir dapat dicegah.
“Saat ini memang ada drainase. Tapi itu hanya sebagian kecil. Dan drainase itu pun tidak terawat karena penuh rumput,” kuncinya.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinsos Berau Sulis Setyawati membenarkan bahwa bersama pemerintah Kecamatan Telur Bayur, pihaknya menyerahkan bantuan itu kepada warga melalui pemerintah kampung.
“Bantuan yang diberikan itu berupa mie instan, beras, minyak goreng, susu, kornet, makanan siap saji, makanan anak, gula pasir, biskuit serta kasur, pakaian, dan selimut,” jelasnya.
Bantuan yang diserahkan melalui pemerintah kampung tersebut, selanjutnya akan dibagi-bagikan kepada warga terdampak.
“Aparat kampung yang membagikan kepada masyarakat agar tepat sasaran. Karena, aparat kampung yang paling tahu warga mana yang terdampak,” sambungnya.
Selain itu, lanjut Sulis, untuk membantu warga, dapur umum pun sebenarnya bisa dibangun. Namun, hingga saat ini, dapur umum tersebut belum bisa dibangun karena peralatan dapur umum yang belum lengkap.
Sulis pun berharap agar banjir yang terjadi secara rutin ini perlu menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor dan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinsos semata.
“Kemarin bantuan dari Dinsos untuk warga Tumbit Melayu. Hari ini untuk warga Tumbit Dayak,” kuncinya. (*/Elton Wada)
Editor: Elton Wada








