Perjalanan hari ini akan lebih pagi. Matahari belum juga muncul, tetapi sudah harus bersiap. Jangan lupa membawa jaket dan tutup kepala untuk menghangatkan badan. Tak perlu mandi. Sikat gigi dan memastikan tak bau badan saja, sudah cukup.
Jika ingin lebih menikmati destinasi ini, ada opsi untuk kemah di Gunung S. Tetapi, jika lebih suka di kasur empuk, masih bisa berangkat saat subuh ke gunung S yang bisa ditempuh sekitar satu jam dari Barong Tongkok.
Gunung ini jadi primadona wisata. Saban pagi, destinasi ini diselimuti kabut atau halimun. Suhu pun terasa dingin. Pengunjung akan disuguhi pemandangan bak di atas awan dan juga pemandangan penjuru hutan di Kutai Barat.
“Memang dingin, tetapi udaranya juga segar. Terbayarkan sih, usaha ke sini dengan pemandangan dan suasananya,” kata Ratna, pengunjung Gunung S asal Tenggarong.
Spot foto juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konten pengunjung seperti Ratna. Jangan takut pula kelaparan. Di sini ada penjual makanan. Semangkuk mie kuah dengan cuaca dingin dan pemandangan indah, sepertinya menyenangkan sekali.
Setelah matahari muncul dan cuaca lebih hangat, silahkan turun dari gunung. Arahkan kendaraan ke Bumi Perkemahan Batuq Bura, yang sama-sama masih bagian dari Kampung Lakan Bilem.
Di sini pengunjung akan disuguhi aliran sungai dangkal yang begitu jernih dengan bebatuan hitam. Bagi yang terbiasa melihat sungai besar dengan warna kecoklatan, tentu akan terkagum-kagum.
Maka, tak perlu tunggu lama-lama. Segera berganti dengan pakaian untuk berenang. Bagi yang belum mandi, ini alasan mengapa tak perlu mandi. Air sungai akan begitu menyegarkan.
Tidak hanya berenang atau sekadar bermain-main dengan air. Pengunjung juga bisa river tubing, sebab ada penyewaan ban, atau santai sambil adu skill susun batu. Jika sudah, maka berakhir pula petualangan singkat di akhir pekan ini. Opsi wisatawan bisa kembali ke Barong Tongkok dahulu, atau langsung melanjutkan perjalanan ke rumah. (Offy/Advertorial)








