Melenggang ke Linggang, Menikmati Keindahan Alam dan Kopi dari Kutai Barat

Kebun Kopi di Linggang Melapeh. (Mediaetam.com)
Kebun Kopi di Linggang Melapeh. (Mediaetam.com)

Hari kedua, energi sudah pulih. Waktunya memulai petualangan di Kutai Barat. Usai sarapan, silahkan arahkan kendaraan menuju Kersik Luway, di Kecamatan Sekolaq Darat. Di sini, pengunjung bisa berjumpa dengan Anggrek Hitam yang legendaris itu.

Kersik Luway tak jauh dari Barong Tongkok. Hanya sekitar setengah jam saja dengan kendaraan. Selain berjumpa dengan Anggrek Hitam, pengunjung juga akan merasakan sensasi trekking. Juga, suasana berjalan di atas pasir putih seperti di pantai, tapi ini di perbukitan.

Usai melihat langsung Anggrek Hitam, destinasi lain masih menunggu. Bagi pecinta kopi, mungkin ini momen yang sudah bikin tak sabar lagi. Saatnya ke Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung.

Kampung ini telah dikenal sebagai kampung Wisata. Di sini ada Air Terjun Tabalas. Air terjun ini juga sudah punya akses yang bagus. Tak perlu jauh-jauh trekking dan kepayahan, air terjun dengan air segar, sudah di hadapan mata. Bagi yang tak sabar berenang, waktu dan tempat dipersilakan.

Jika sudah puas, perjalanan bisa berlanjut ke Danau Aco. Sebuah danau yang berada di ketinggian. Pemandangan di Danau Aco begitu terasa mengagumkan. Sebab, Anda akan menemukan danau dengan tutupan tumbuhan yang rimbun, tetapi di sisi lain Anda disuguhkan pemandangan hutan kalimantan dari ketinggian.

Di sini, pengunjung bisa berfoto, bersantai, ada juga beberapa fasilitas penunjang. Dari danau Aco, bisa turun ke permukiman kampung Linggang Melapeh. Rumah-rumah penduduk pun banyak yang dilengkapi fasilitas penginapan sederhana.

Datang ke kampung ini, wisatawan bisa mengunjungi Lamin Adat Luuq Melapeh. Di lamin yang juga punya lapangan rumput luas ini, warga Linggang Melapeh kerap melakukan kegiatan dan pesta adat.

Tak jauh dari situ, pecinta kopi juga akan dimanjakan dengan kebun kopi lada yang dikembangkan masyarakat. Kopi Linggang ini pun sudah banyak dikenal.

Kelompok Tani Kola Lestari adalah kelompok yang mengembangkan tanaman ini. Kopi berdampingan dengan lada. Hal ini diyakini memberikan cita rasa tersendiri. Hal inilah yang jadi alasan nama kelompok tani ini. Sebab, Kola adalah singkatan dari Kopi dan Lada.

“Kami kembangkan kopi ini sejak 2019,” papar Marselinus, petani yang tergabung di kelompok ini.

Untuk mencicipinya, tak perlu khawatir, di Linggang Melapeh juga ada kedai kopi-kedai kopi yang meracik kopi linggang segar olahan langsung dari kebun. Anda bisa bersantai sambil berbincang dengan penduduk. Namun, jika senja sudah tiba, saatnya mengarahkan kendaraan kembali ke Barong Tongkok dan bersantai di sekitar pusat kota. (offy/Advertorial)

Bagikan:

Pos terkait