Kalimantan Timur – Transformasi digitalisasi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menuntut komitmen kuat dari para pimpinan perangkat daerah. Hal ini ditekankan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, dalam Rapat Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang berlangsung di Hotel Bumi Segah Berau pada tanggal 5 Oktober 2023. Wahyuni menyoroti pentingnya kepemimpinan yang akrab dengan teknologi informasi agar dapat memastikan proses digitalisasi berjalan optimal.
“Secara teknis, tentu ada staf yang membantu. Tapi, terpenting adalah bagaimana unsur pimpinan memastikan proses digitalisasi berjalan maksimal dan tepat,” ucap Wahyuni,
Menurut Wahyuni, apabila proses digitalisasi dikelola dengan baik, hal ini secara langsung akan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa para pemimpin harus mengikuti perkembangan dan mengatasi permasalahan yang muncul terkait digitalisasi di organisasi mereka, termasuk pembaruan informasi pada media website.
“Jadi, website yang dimiliki harus menjadi sumber informasi. Inilah bagian kecil dalam mendukung transformasi digitalisasi di setiap perangkat daerah tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” tambah Wahyuni.
Dengan tidak sedikitnya publik yang bergantung pada informasi program dan kegiatan dari perangkat daerah, Wahyuni mengkritik ketidaksesuaian informasi yang ada sebagai bagian dari masalah dalam transparansi dan pelayanan publik.
“Saya harap pimpinan perangkat daerah tidak alergi dengan hal-hal digital,” tutup. (AminAdvertorial/Diskominfo Kaltim)








