TENGGARONG. Peningkatan 13 % persen dalam proyeksi APBD-Murni 2024, yang disampaikan dalam Rapat Paripurna ke 12 Masa Sidang I, terkait penyampaian Nota Keuangan Rencana Peraturan Daerah tentang APBD-M 2024, serta Laporan Pansus, tentang 8 perencanaan perda dan 10 persetujuan Raperda baru. Selasa, (21/11) di DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).
Memang menjadi sejarah anggaran terbesar yang pernah dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dengan angka mencapai 12,6 Triliun, oleh sebab itu Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Saparuddin mewanti-wanti Pemkab Kukar agar dapat menggunakan anggaran secara bijak dan cermat.
“Anggaran 2024 ini memang menjadi sejarah, oleh sebab itu dalam pengelolaannya kami berharap Pemkab Kukar bisa menempatkan SDM yang yang benar-benar mampu mengelola dengan cermat agar tidak ada silpa,” ucapnya.
“Oleh sebab itu mulai dari sekarang kami sudah mengingatkan agar dari proses lelang hingga perencanaan dapat dikerjakan dengan cepat supaya kedepannya tidak terjadi penumpukan,” lanjutnya.
Lanjut Saparuddin, terutama dalam pekerjaan Pemkab yang bersifat fisik agar sekiranya dalam proses kerja dapat dipercepat. Akan tetapi Pemkab juga harus melaksanakannya dengan hati-hati karena tak dipungkiri dengan anggaran yang besar pastinya semua mata memperhatikan pelaksanaannya.
“Besarnya anggaran yang kita miliki tentunya juga menjadi perhatian secara nasional, oleh sebab itu kami juga mengusulkan Pemkab Kukar untuk membentuk tim pengawasan khusus agar anggaran dapat berjalan maksimal,” tutupnya. (rm6)








