TENGGARONG – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) membangun Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) sepertinya agak terhambat. Sebab, dari dua Gedung BLKI yang telah tersedia di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), salah satunya yang terletak di kawasan Kecamatan Samboja Barat harus diikhlaskan.
Karena gedung itu masuk di kawasan pengembangan wilayah Ibukota Nusantara (IKN). Kepala Bidang Pembinaan, Pemberdayaan, Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (P3K), Distransnaker, Syarifah Rosita yang mengatakan, dengan masuknya Kecamatan Samboja Barat ke wilayah pengembangan IKN. Saat ini pihaknya tengah mencari kawasan baru untuk menjadi lokasi kedua pembangunan BLKI milik Pemkab Kukar.
“Sebelumnya kita tidak tahu kalau kawasan tersebut akan masuk ke dalam wilayah pengembangan IKN, namun tidak jadi masalah kami akan kembali berupaya mencari lokasi terbaru,” ucapnya.
Lanjut Syarifah Rosita menjelaskan, untuk kawasan gedung BLKI yang ada Kecamatan Samboja Barat tersebut dulunya di bangun melalui bantuan perusahaan. sehingga kalau menilai pengeluaran anggaran daerah tentu tidaklah besar karena memang merupakan hibah.
Namun dengan hilangnya satu gedung tersebut tentu akan menambah kas pengeluaran kedepannya. oleh sebab itu selain mencari lokasi baru kami juga berkoordinasi dengan beberapa perusahaan untuk membangun kerja sama.
“Kebetulan itu merupakan bantuan perusahaan gedungnya, namun meski demikian kedepan tentunya ada PR tambahan. Dimana perlu adanya penganggaran untuk pembangunan gedung baru usai kajian yang kami rencanakan di 2024 kelar,” ungkapnya sembari mengakhiri wawancara. (rm6/mediaetam.com)
baca juga: Distransnaker Kukar Kaji Pendirian BLKI Pada 2024








