Tenggarong – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya menggerakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Meskipun belum memiliki unit usaha yang aktif, penyertaan modal sudah disalurkan sebagai langkah awal.
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menjelaskan bahwa BUMDes di desanya sudah terbentuk, namun belum berjalan sesuai harapan.
“Kalau kami, BUMDes ada. Cuma tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang menjadi harapan. Kan BUMDes itu usaha yang tidak dimiliki, usaha yang perlu kita bawa,” ujarnya belum lama ini.
Salah satu kendala utama adalah belum ditemukan pola usaha tepat yang dapat dijalankan di desa. Meski demikian, pemerintah desa tetap memberi dukungan lewat penyertaan modal untuk membuka peluang kerja sama.
“Kalau BUMDes, kita belum memiliki usaha. Tapi kalau penyertaan modal, sudah kita berikan. Cuma bekerja sama dengan pertanian,” katanya.
Kerja sama ini masih berfokus pada sektor pertanian yang menjadi potensi unggulan desa, namun pemasaran menjadi tantangan tersendiri.
“Kita, untuk memasarkan itu, yang menjadi sulit,” tambahnya.
Meski belum berjalan optimal, Pemdes optimistis BUMDes bisa berkembang secara bertahap. Evaluasi dan penjajakan terus dilakukan agar arah usaha ke depan lebih jelas dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hendra menyebutkan ada beberapa inisiatif di luar struktur BUMDes yang mendukung aktivitas ekonomi desa dan bisa dijadikan pelajaran strategis ke depan.
Sektor potensial yang akan digarap meliputi penyediaan LPG, distribusi pupuk, serta pengelolaan produk UMKM seperti minyak goreng dan olahan rumahan.
“Paling tidak kita punya gambaran ke arah situ, dari yang dijalankan oleh pemerintah pusat, provinsi, sampai ke daerah,” ujar Hendra.








