Perjiwa Dorong Brand Beras Lokal Lewat BUMDes

Tenggarong – Pemerintah Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menguatkan sektor pertaniannya. Salah satu langkah terbarunya ialah mengembangkan sistem pengemasan dan pemasaran modern melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, menilai upaya ini strategis untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing beras lokal. Dengan label khas Perjiwa, produk pertanian warga diharapkan lebih mudah dikenali sekaligus memiliki nilai jual lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

“Melalui BUMDes, kami ingin menghadirkan produk beras kemasan khas Perjiwa. Ini akan menjadi identitas desa sekaligus peluang meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, BUMDes Perjiwa tengah merintis program pengolahan gabah menjadi beras siap jual dalam kemasan. Prosesnya masih dalam tahap pembelajaran dan uji coba, namun Erik optimistis produk tersebut akan berkembang menjadi salah satu andalan desa.

“Sekarang masih tahap belajar dan uji coba, tapi kami optimis ke depan bisa hadirkan brand beras lokal dari Perjiwa yang punya daya saing,” kata Erik.

Selain fokus pada pemasaran, Pemerintah Desa Perjiwa juga terus memperkuat kerja sama dengan penyuluh pertanian dan dinas terkait. Pendampingan diberikan mulai dari pemilihan benih, teknik tanam, hingga penerapan metode panen modern.

Erik berharap hadirnya produk beras kemasan khas Perjiwa dapat menjadi tonggak baru dalam pengembangan desa.

“Kalau branding ini berhasil, bukan hanya petani yang merasakan manfaat, tapi juga bisa mengangkat nama Perjiwa sebagai desa mandiri pangan di Kukar,” tutup Erik.

Bagikan:

Pos terkait