Messi Sihran dan Maicon sama-sama mencetak gol dalam kemenangan Borneo FC atas PSIM pekan lalu. Hal itu kini menjadi masalah bagi Fabio Lefundes. Karena ia harus ….
Oleh: Ahmad A. Arifin (Dang Tebe) –Pengamat Borneo FC
Beberapa hari jelang laga perdana kontra Bhayangkara Lampung FC, Fabio Lefundes mengungkapkan bahwa selama sesi pra musim, ia baru mendapatkan 5 pemain inti. Sisanya harus ia tentukan di hari-hari terakhir sebelum kick off laga perdana.
Namun nyatanya, Lefundes membutuhkan hingga 3 laga untuk mendapatkan 10 pemain dalam susunan terbaiknya. Ini adalah durasi dan proses yang tak diharapkan olehnya. Karena bagaimana pun, seorang pelatih ingin mendapatkan winning team-nya sedari laga perdana di kompetisi resmi.
Untungnya, barisan belakang dan tengah sudah solid sejak awal. Nadeo Argawinata menjadi kiper utama, dibantu quartet bek: Caxambu, Christope, Komang, dan Fajar.
Di tengah, Rivaldo masih menyegel tempat utama di pos gelandang bertahan sekaligus mengisi kuota U-23, meski ia baru menjalani debutnya musim ini pada pekan ketiga, setelah dipastikan pulih dari cedera yang ia dapatkan di timnas. Bersamanya, ada duet CM: Hirose dan Juan Villa. Keduanya sudah paten sejak awal, walaupun di 2 laga awal, Juan Villa masih kebingungan mengembangkan permainan. Namun seiring waktu, chemistrinya sudah terbentuk, membuatnya semakin nyaman mengorkestrasi aliran bola.
Nah, yang banyak memakan waktu try and error adalah lini depan. Pria yang sudah pasti menjadi pemain utama sejak awal adalah Peralta. Sementara 2 posisi lainnya, Lefundes masih harus mempertimbangkan 4 nama, yakni Maicon, Sihran, Vinicius, dan Coutinho.
Utak-atik Lini Depan
Di laga perdana, Lefundes menurunkan trio Peralta-Coutinho-Maicon. Hasilnya, kacau balau. Peralta harus mati-matian memborbardir gawang lawan, sementara dua rekan lini depannya masih bingung mengikuti ritme permainan. Usai satu jam pertandingan, pelatih menarik Maicon, semua mengira Sihran akan mengantikannya di pos penyerang kanan. Namun ternyata, Lefundes masih penasaran pada kualitas Coutinho, sehingga menggesernya ke samping, sementara posisinya digantikan oleh Joel Vinicius. Lagi-lagi hasilnya ambyar.
Pada laga berikutnya, Lefundes belum mengubah pendirian awalnya. Ia kembali menurunkan trio Peralta-Coutinho-Maicon. Dan seperti yang diduga, hasilnya … ada peningkatan, sih. Terutama Maicon yang memberikan asis pada gol tunggal Peralta. Tapi secara keseluruhan, sama sekali belum memadai.
Melihat lini depannya masih beku, Lefundes akhirnya mengirim Sihran dan Vinicius dari bangku cadangan. Keduanya bermain cukup apik di posisi masing-masing, tapi belum memberi kontribusi seperti yang diharapkan.
Baru di pekan ketiga ketika menjamu Persijap, Lefundes mulai membongkar lini depannya. Maicon diparkir, Vinicus mendapat debut starter-nya. Di kedua sisi, Peralta dan Coutinho –digeser dari CF ke RWF.
Susunan ini ternyata cukup manjur. Peralta membuat sepasang gol dan asis. Vinicius membuat brace yang membuatnya lega bukan main.
Kegacoran Vinicius setidaknya membuat Lefundes lega, karena akhirnya, di pertandingan ketiganya, penyerang tengahnya mampu mencetak gol.
Maka di pekan kelima –pekan keempat ditunda. Joel Vinicius kembali menyegel pos penyerang tengah. Mariano Peralta masih tetap di posisinya, yang berbeda adalah … Sihran mendapat debut starter-nya musim ini.
Pembuktian Sihran dan Maicon
Messi Sihran yang pada 3 laga sebelumnya hanya bermain dari bangku cadangan. Seolah ingin membuktikan kelasnya pada Lefundes. Bagaimana pun, dia adalah satu dari 4 pilar generasi emas 2023/24 yang tersisa. Bersama Nadeo, Fajar, dan Hirose.
Setelah hampir setengah jam terus ditekan oleh PSIM, Sihran yang memanfaatkan umpan terobosan melengkung Juan Villa, melakukan cut inside di sisi kanan, lalu melakukan tendangan ala Arjen Robben, dari luar kotak penalti. Sepakannya membuat bola meluncur deras dengan arah melengkung. Bola masuk!
Gol itu membuat permainan Pesut Etam jadi lebih cair, menjadi lebih berani menghadapi pressing ketat pemain PSIM. Pada menit ke-73, Sihran ditarik keluar saat timnya sudah unggul 2-0. Ahmad Agung (DM) masuk, membuat Juan Villa dan Hirose bergantian mengisi posisi winger. Sedangkan Maicon masih duduk di bangku cadangan.
Lalu pada menit ke-83, giliran Joel Vinicius yang keluar lapangan dalam kondisi cedera. Maicon masuk. Dan hanya butuh 2 menit baginya untuk membuat gol debutnya untuk Borneo FC Samarinda.
Dari starter lalu turun jadi pemain cadangan, gol itu adalah pembuktian Maicon bahwa ia layak mendapat menit bermain lebih banyak dari pelatihnya.
Lefundes Pilih Siapa?
Sepanjang 4 pertandingan berlalu, posisi winger kiri masih dan terus menjadi milik Peralta. Ia tak tergantikan. Posisi penyerang tengah, roman-romannya akan menjadi milik Joel Vinicius. Sementara winger kanan, masih akan diperebutkan oleh Sihran dan Maicon –Coutinho yang bisa bersaing untuk posisi penyerang tengah dan sayap masih harus bekerja keras mencari gol pertamanya.
Pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan mendapat tempat reguler di sebelas awal untuk posisi penyerang sayap kanan? Sihran atau Maicon?
Bagaimana mungkin Lefundes tidak sakit kepala. Bukan karena keduanya buruk, tapi justru Sihran dan Maicon menjalani persaingan ketat dan sama-sama mencetak gol penting pada laga lalu.
Dari sisi postur, Maicon lebih unggul. Kecepatan … so so. Dribble, Sihran lebih unggul. Determinasi dan pergerakan tanpa bola sama bagusnya. Ini benar-benar sulit untuk dipecahkan. Siapa yang bermain sejak awal, siapa yang jadi super sub? Jika istri Lefundes bilang kalau suaminya mendedikasikan 24 jam sehari untuk sepak bola. Pelatih asal Brasil tampaknya harus menambah durasi kerjanya, mengutak-atik data, dan menajamkan instingnya untuk memilih antara Sihran atau Maicon.
Semua pelatih senang dengan persaingan ketat semacam ini, tapi sekaligus pusing di waktu yang sama. (has)








