Kukar Kurangi Ketergantungan Tambang, UMKM dan Ekraf Mulai Didorong Jadi Mesin Ekonomi Baru

Tenant UMKM,(21/11/25). (Nur/Media Etam)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperkuat arah ekonomi baru daerahnya. Selama ini, sebagian besar pendapatan Kukar masih bertumpu pada komoditas sumber daya alam yang tidak terbarukan. Kondisi ini diakui menjadi tantangan besar jika daerah ingin memiliki ekonomi yang bertahan dalam jangka panjang.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Kukar, Dafip Haryanto, menjelaskan bahwa sektor pertambangan, minyak, dan batubara masih menjadi penyumbang utama struktur ekonomi Kukar.

Bacaan Lainnya

“Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, Kukar bisa kesulitan saat sumber daya mulai menurun,” ucapnya, Sabtu (22/11/25).

Karena itu, Pemkab Kukar mulai mempercepat transformasi ekonomi menuju sektor yang lebih terbarukan. Menurut Dafip, arah pembangunan ke depan harus bergerak ke sektor pertanian secara luas, pariwisata, dan ekonomi kreatif (Ekraf), yang dianggap mampu memberikan pendapatan jangka panjang.

Dafip menegaskan, strategi ini bukan sekadar wacana. Pemkab Kukar sudah menjalankan berbagai program konkret sebagai penguatan ekonomi masyarakat, terutama melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satunya adalah program inkubasi bisnis yang dihadirkan melalui Klinik UMKM di setiap kecamatan. Klinik ini bukan hanya tempat konsultasi usaha, tetapi juga sarana pelatihan, pendampingan, hingga pembinaan pemasaran produk lokal.

Tak hanya pendampingan, akses modal juga difasilitasi Pemkab Kukar. Lewat program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang bekerja sama dengan Bank Kaltimtara, pelaku UMKM bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga nol persen. Plafon kreditnya bahkan kini ditingkatkan hingga Rp500 juta.

Dorong Produk Turunan

Program akses modal tersebut menjadi solusi bagi pelaku usaha yang sering terkendala permodalan, terutama saat ingin mengembangkan skala bisnis. Pemkab Kukar berharap, semakin banyak usaha lokal yang naik kelas dan mampu bersaing di pasar lebih luas.

Selain itu, pemkab juga mendorong hilirisasi produk pertanian berbasis potensi wilayah. Artinya, komoditas yang selama ini hanya dijual mentah akan diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

Upaya penguatan juga dilakukan lewat koperasi. Pemerintah akan memperkuat rantai pasok, produksi, dan pemasaran produk UMKM melalui koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.

“Koperasi ini diharapkan menjadi jalur distribusi yang lebih rapi dan terintegrasi,” harapnya.

Pemkab Kukar ingin memastikan ekonomi daerah tidak hanya tergantung pada tambang. Melalui pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif, Kukar menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya. (Nur/Adv/Prokom Kukar)

Bagikan:

Pos terkait