TENGGARONG – Satpolairud Polres Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pengawasan transportasi air menjelang arus mudik Lebaran 1447 H. Seluruh operator kapal taksi Mahakam dan kapal feri diingatkan untuk memprioritaskan keselamatan guna mencegah kecelakaan perairan.
Kanit Gakkum Satpolairud Polres Kukar, Ipda Rio Hedy Wiyatma menyebut bahwa pihaknya telah memanggil para pelaku usaha transportasi air untuk memastikan kelaikan armada.
Polisi meminta pemilik kapal mengecek ulang kondisi mesin, bodi kapal, serta ketersediaan pelampung (life jacket). Selain itu, muatan barang menjadi sorotan utama agar tidak terjadi overkapasitas.
“Kami ingatkan jangan melebihi kapasitas. Maksimal muatan barang 25 ton. Insiden kapal tenggelam beberapa minggu lalu harus jadi pelajaran penting bagi kita semua,” ujar Ipda Rio, Jumat (6/3/2026).
Antisipasi Lonjakan Jumlah Penumpang
Pengawasan intensif dilakukan di Pelabuhan Tenggarong Seberang yang menjadi titik utama aktivitas naik-turun penumpang pada rute pelayaran Samarinda–Hulu Mahakam. Pelabuhan ini menjadi salah satu simpul transportasi penting bagi masyarakat yang menggunakan jalur sungai untuk mobilitas antardaerah.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, kapal-kapal penumpang umumnya singgah pada pukul 08.00 hingga 09.00 Wita. Pada jam tersebut aktivitas bongkar muat penumpang berlangsung paling ramai setiap harinya.
Sementara itu, kondisi penumpang saat ini masih terpantau dalam kategori normal. Setiap kapal rata-rata mengangkut sekitar 50 hingga 60 orang penumpang.
Meski demikian, potensi peningkatan jumlah penumpang diperkirakan akan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Arus mudik diprediksi mulai meningkat dan mencapai puncaknya pada rentang H-10 hingga H-5 Lebaran. Kondisi tersebut membuat pengawasan di pelabuhan terus diperketat untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan penumpang.
Operasi pengamanan ini dilakukan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar bidang pelayaran. Petugas akan memastikan manifest penumpang dan barang sesuai dengan klasifikasi keamanan kapal.
“Saat ini kondisi masih landai, namun patroli dan sosialisasi terus kami gencarkan agar warga yang mudik lewat jalur sungai merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








