TENGGARONG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar bergerak cepat merespons insiden pohon palem tumbang yang menghantam satu unit mobil Kijang di Poros Tenggarong Seberang–Samarinda, Sabtu (28/3/2026). Selain melakukan evaluasi menyeluruh, Pemkab Kukar berencana memberikan santunan bagi keluarga korban.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kukar, Yudiarta, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa satu keluarga tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi sinyal penting untuk memperketat pengawasan tanaman di median jalan.
Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Kukar dan Satlantas Polres Kukar, pihak DLHK telah mengantongi identitas dan kontak pengemudi. Yudiarta mengonfirmasi korban tidak memerlukan rawat inap dan telah diperbolehkan pulang. Fokus selanjutnya adalah membantu meringankan beban kerugian material akibat kerusakan kendaraan yang cukup parah.
“Kami sudah mendapatkan arahan dari Bapak Bupati untuk mengomunikasikan hal ini dengan pihak keluarga. Kami ingin memastikan kondisi mereka dan mendiskusikan terkait kendaraannya yang rusak berat. Sesuai arahan pimpinan, kemungkinan akan ada santunan atau kontribusi dari Pemkab terhadap musibah ini,” ujar Yudiarta, Sabtu, (28/3/26).
Aspek Keselamatan Tetap Prioritas di Tengah Minimnya Anggaran
Terkait persoalan efisiensi anggaran yang sempat mencuat, Yudiarta mengakui adanya tantangan finansial di hampir seluruh lini. Namun, ia memastikan aspek keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama dengan cara memaksimalkan sisa anggaran yang ada di bidang-bidang terkait.
“Meskipun ada efisiensi, kami akan coba maksimalkan anggaran yang masih bisa diarahkan untuk penebangan pohon yang rawan di median jalan. Kami akan berkoordinasi antarbidang yang memiliki tenaga dan alokasi dana agar pemangkasan ini bisa segera dieksekusi,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2025, DLHK sebenarnya telah melakukan pembersihan dan pemangkasan pohon di sisi kiri serta kanan jalan, mulai dari kawasan SPBU Teluk Dalam hingga perbatasan Samarinda. Hal ini membuat jalur tersebut kini terlihat lebih terang.
Namun, insiden hari ini menunjukkan adanya ancaman dari pohon yang berada di median (tengah) jalan. “Tinggal yang di median jalan ini yang akan kami sisir kembali, terutama pohon-pohon palem yang sudah mati. Kami akan segera koordinasikan untuk dilakukan penebangan agar kejadian serupa tidak terulang,” paparnya.
Mengingat suasana libur Lebaran yang masih terasa dan volume kendaraan yang masih cukup tinggi, DLHK mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
“Kami berharap pengendara lebih waspada, apalagi jika terjadi angin kencang atau hujan. Banyak pohon berada di sisi jalan dan median. Berhati-hatilah dalam perjalanan agar selamat sampai tujuan,” tutup Yudiarta.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








