Samarinda-Persoalan minyak goreng langka memang bikin pusing warga. Itu sebab solusi minyak curah mengemuka. Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana pun menegaskan minyak goreng curah yang didistribusikan pemerintah dengan harga subsidi itu berkualitas.
“Minyak goreng ini pabrikan dengan merk dagang Apical. Perusahaannya di Balikpapan dan sudah pernah ditinjau Pak Gub,” kata Siti Farisyah Yana pada Senin (28/3/2022).
![Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana jamin minyak dari pemerintah berkualitas. [Ist]](https://mediaetam.com/wp-content/uploads/2022/05/YANA-MINYAK-300x200.jpg)
“Instansi yang menyalurkan minyak goreng curah tidak menyediakan kemasan, meski pun ada maka masyarakat harus membayar diatas HETnya karena dikenai harga kemasan,” sebutnya kemudian menyambung, “Ketika dilokasi mereka membawa kemasan sendiri. Ada botolan, jerigen 5 literan hinga jerigen besar sampai diatas 20 liter.”
Yang dikhawatirkan Yana, bukan masalah ukuran kemasan, tetapi kebersihan dan higienis dari kemasan itu sendiri. Apakah benar-benar higienis kemasan yang mereka bawa.
“Apalagi, kita tau jerigen besar yang ukuran diatas 20 liter. Itu kan, bisa dipakai untuk menampung macam-macam, bukan hanya ketika membeli minyak goreng curah,” sebutnya lagi.
Dia menerangkan, jika kemasan bekas minyak goreng menurut Yana, tidak masalah. Hanya saja jangan sampai lanjutnya, bekas menampung cairan lainnya, apalagi cairan yang membahayakan kesehatan tubuh.
Tidak dipungkiri, ada saja jerigen besar yang selama ini digunakan oleh masyarakat untuk menampung bahan cair lainnya, sebelum dimanfaatkan menampung minyak goreng.
“Ya, tolong masyarakat perhatikan kehigienisan kemasannya. Ini kita sama-sama menjaga. Jangan sampai minyak goreng tercemar hanya gara-gara kemasan tidak higienis,” pungkasnya. (adv/kmf/alexander)








