Mediaetam.com, Kukar – Namanya, Desa Budaya Lekaq Kidau. Letaknya di Kecamatan Sebulu. Ke depan, desa ini bisa jadi opsi wisata baru. Sebab, desa ini punya kebudayaan memukau.
Lekaq Kidau dijamah media ini saat agenda Gathering Jurnalis yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Untuk sampai ke desa ini, rombongan memilih menyusuri sungai Mahakam. Perjalanan pun tak melelahkan, meskipun perlu waktu 5-6 jam menggunakan kapal wisata.
Perjalanan dari Tenggarong ke Lekaq Kidau menggunakan transportasi air memiliki sensasi yang berbeda. Pemandangan sungai Mahakam, perkampungan warga dan juga pepohonan sepanjang perjalanan, jadi suguhan memanjakan mata.
Tetapi, sebenarnya dengan akses darat, ke desa Lekaq Kidau kini bisa ditempuh sekitar satu jam.
Desa ini secara administratif disahkan pada 2004 dengan penduduknya yang beragam dan mayoritas suku Dayak Benuaq. Ada 154 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 685 dengan pekerjaan mayoritas petani.
Saat menginjakkan kaki di desa budaya tersebut, pelang ucapan selamat datang di Desa Budaya Lekaq Kidau sudah menyambut.
Pemandangan tempat tinggal warga didominasi dengan rumah panggung dan wilayahnya yang berbukit-bukit, sudah terlihat.
Rombongan lalu disambut dengan upacara adat terima sakai yakni dimana tokoh adat menyemburkan air sebanyak 3 kali kepada rombongan yang datang.
Makna siraman ini menurut tetua adat, Imang Lain, siraman pertama artinya virus yang ada itu dapat lari, kedua supaya dapat hidup yang baik, yang sehat, dan yang kuat. Lalu yang ketiga, bagi orang Leqak Kidau pengunjung itu adalah satu nenek satu kakek.

Upacara penyambutan usai, rombongan masuk ke lamin adat yang hiasannya berukiran khas dayak dan disuguhi tari-tarian.

“Budaya yang dipertahankan yaitu seni ukir, anyaman, pernikahan adat dan lainnya,” ucap Pjs Desa Lekaq Kidau, Adang.
Dia menambahkan mereka juga masih mempertahankan tradisi adat seperti membuat ladang, membuka lahan, dan panen dengan upacara adat.
“Telinga panjang dulu juga masih ada. Tetapi sekarang sudah tidak ada yang meneruskan lagi,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Diskominfo, Ahmad Rianto, menjelaskan tentang tugasnya membangun komunikasi kepada masyarakat.
“Ke depan harus ada even besar secara rutin yang dilakukan di sini,” kata dia.
Dia juga menambahkan, agar komunikasi dapat berjalan efektif, melalui pemerintah desa, warganya bisa mendorong pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)
“Sebagai salah satu dari empat desa budaya di Kukar, Lekaq Kidau harus menjadi destinasi wisata yang dapat diandalkan ke depan,” ucapnya (Akbar)








