Mediaetam.com, Jakarta – Atta Halilintar dan 4 publik figur dilaporkan ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait dugaan keterlibatan kasus penipuan dan penggelapan robot trading Net89, Rabu (26/10).
Ada 230 korban melaporkan 5 publik figur yaitu Atta Halilintar, Taqy Malik, Adri Prakarsa, Kevin Aprilio, dan Mario Teguh. M Zainul Arifin menjadi kuasa hukum dari 230 korban tersebut.

Dalam kasus ini Zainul mengatakan melaporkan sebanyak 134 orang. Diantaranya 5 orang publik figur, 7 orang founder, 5 orang CEO, 37 orang leader, serta 51 orang exchanger.
Keterlibatan kelima publik figur tersebut ada dugaan menerima keuntungan baik dari hasil lelang maupun hasil promosi.
“Atta Halilintar diduga lelang bandananya Rp2,2 miliar dari foundernya Net89, Reza Paten. Kemudian Taqy Maliq dia menerima dari lelang sepeda Brompton Rp700 juta diduga TPPU Pasal 5,” Zainul menjelaskan.
Ada dugaan Mario Teguh menjadi leader atau endorse, dan Founder Billions Group Net89. Dirinya mendapat dugaan telah melakukan promosi dan mengajak orang lain untuk jadi member Net89.
Sedangkan Kevin Aprilio dan Adri Prakarsa diduga juga telah melakukan promosi Net89. Keduanya mendapat dakwaan melakukan promosi melalui media elektronik, salah satunya yaitu zoom meeting.
Dari 230 korban ini mengalami kerugian dengan jumlah yang tidak sama. Kerugian dalam kasus ini dari jutaan sampai miliaran rupiah.
“Para korban mengalami kerugian dengan total sebesar Rp.28.020.251.432,” kata Zainul.
Bareskrim Polri menerima laporan dengan nomor LP/B/0614/X/2022/SPKT/Bareskrim Polri pada Rabu, 26 Oktober 2022.
Korban menjerat mereka dengan pasal Pasal 106 Jo Pasal 24 dan Pasal 105 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dan Pasal 3 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Melalui story akun Instagram, Atta Halilintar memberikan bantahan keterlibatan dirinya dalam Robot Trading Net89.
Atta mengatakan dirinya melelang bandana (headband) untuk memberikan bantuan di tempat penghapal Alquran serta pembangunan masjid.
“Pada saat itu tidak mungkin saya tanya satu-satu semua yang ngebid ‘Kamu dapat uang dari mana ikut lelang ini’. Ini kan lelang terbuka,” Atta menjelaskan.
Atta mengaku jika banyak yang ikut dalam acara lelang tersebut. Para peserta lelang dapat mengikuti acara lelang sampai penutupan lelang sesuai tanggal dan jam yang sudah ditentukan.
“Jadi kalau dibilang saya main robot trading atau ada di dalam Robot Trading Net89. Saya sama sekali tidak mengerti dan tidak pernah ikut trading-trading robot,” Atta menambahkan.
Setelah kejadian ini, Atta mengharapkan namanya tidak terseret lagi dalam robot trading apalagi sampai mendapat tuduhan menipu.
Sumber : 230 Korban Robot Trading Net89 Polisikan Atta Halilintar ke Bareskrim
Editor : Eny Lestiani








