Mediaetam.com, Kukar – Nasib nahas menimpa Ferdiansyah. Pria yang merupakan Juragan Kapal Klotok pengangkut limbah batu bara tersebut meninggal dunia setelah ditikam oleh anak buah kapal (ABK)-nya sendiri.
Kapolsek Muara Jawa AKP Hadriansyah menjelaskan, pertengkaran antara Juragan Kapal Klotok pengangkut limbah batu bara tersebut, akibat ketersinggungan sebuah perkataan yang dilontarkan oleh Juragan Kapal Klotok tersebut kepada RZ.
“Saksi ABK Juntak sempat mendengar RZ marah dan menegur Juragan Kapal karena kata-katanya membuat RZ tersinggung hingga terjadi pertengkaran. Pertengkaran tersebut sempat dilerai oleh saksi Juntak dan para ABK lainnya,” jelas Kapolsek Muara Jawa, AKP Hadriansyah.
Selain itu, ada satu korban lagi yakni Idrus yang merupakan ABK juga. Yang berdasarkan keterangan para saksi, pada hari Senin (16/1/2023) kemarin sekitar pukul 17.30 WITA perahu klotok tiba di perairan Perangatan Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar.
Pada saat itu Ferdiansyah sedang duduk di kursi jurumudi sedang memegang kemudi kapal Klotok. Tiba-tiba RZ yang duduk di belakangnya langsung mengambil sebilah parang.
RZ langsung membacokkan parang yang diambilnya ke arah tubuh Ferdiansyah namun sempat di tangkis oleh Ferdiansyah.
Selanjutnya Ferdiansyah berlari dari dalam ruang jurumudi menuju bagian belakang Kapal klotok sambil di kejar oleh RZ.
Di bagian belakang kapal klotok kembali RZ bertabarakan dengan ABK Idris yang saat itu berada di bagian belakang kapal klotok tersebut.
Lalu, RZ membacokkan parang yang di pegangnya beberapa kali ke tubuh Idris, setelah itu RZ kembali membacokkan parangnya ke tubuh Ferdiansyah. Sehingga keduanya terjatuh ke air. Korban berhasil diselamatkan dan diangkat kembali ke atas kapal. Sedangkan pelaku RZ terlihat berenang menjauhi kapal klotok dengan parang ditangannya.
Para awak kapal tiba di Pos KAMLA Muara Pegah Kec. Muara Jawa pada pukul 18.38 WITA untuk meminta pertolongan. Korban dibawa menggunakan speed boat untuk dibawa ke Klinik Maju sejahtera guna mendapatkan pertolongan.
Setiba di Klinik Maju sejahtera sekitar pukul 20.00 WITA. Ferdiansyah dinyatakan meninggal dunia, sementara, Idris mendapatkan perawatan atas luka-lukanya.
“Selanjutnya akan di tindak oleh Polairud Polda Kaltim, berdasarkan info masyarakat di TKP ke klinik, kita membackup saksi-saksi. Saya fokus ke klinik penanganan pertama.” pungkas Hadriansyah. (Indah Hardiyanti)
Editor: Maulana








