Kalimantan Timur – Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, memberikan pujian terhadap pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) yang secara rutin diadakan setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Malik menekankan bahwa ini merupakan praktek yang baik, mengingat dirinya juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri. Ia mengatakan bahwa Rapim berfungsi sebagai alat konsolidasi internal dan evaluasi kinerja pemerintah provinsi.
“Ini adalah sebuah praktik bagus. Kami dari Kemendagri, karena saya juga sebagai Dirjen Otonomi Daerah mengapresiasi sebagai sebuah langkah yang bagus sebagai konsolidasi internal pemerintah provinsi diantara pimpjnan-pimpinan perangkat daerah, sebagai juga evaluasi terhadap kinerja, karena ini sistem untuk melihat seberapa bagus sub sistem ini bekerja,” kata Akmal Malik
Dalam Rapim terakhir yang dilaksanakan di Pendopo Odah Etam, Malik mengidentifikasi beberapa materi penting yang dibahas, termasuk pencapaian anggaran, perencanaan, dan persiapan pemilu serta pilkada serentak.
Ia secara khusus menyoroti bahwa realisasi anggaran masih rendah, dengan 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencatat penyerapan anggaran di bawah 59%. Malik menegaskan bahwa evaluasi yang tegas diperlukan, terutama karena rata-rata penyerapan anggaran secara keseluruhan masih berada di angka 64%, yang seharusnya sudah lebih dari 80% pada bulan Oktober.
Untuk mengatasi hal ini, Malik bersama Sekretaris Daerah (Sekda) mengimbau OPD untuk bekerja lebih keras dan maksimal dalam penyerapan anggaran. Ia menekankan bahwa penyerapan anggaran yang cepat akan meningkatkan belanja masyarakat dan secara umum memperbaiki ekonomi lokal. Malik berharap imbauannya ini akan mendorong OPD untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat proses pengadaan dan tender, agar anggaran dapat terserap lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (AminAdvertorial/Diskominfo Kaltim)








