Mediaetam.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda Anhar menyoroti masih banyaknya pembangunan di Kota Samarinda yang tidak berwawasan lingkungan.
Hal ini dikatakan Anhar bukan tanpa sebab dikarenakan pembangunan yang melenceng dari ketentuan atau garis yang telah di atur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Semua sebenarnya harus kita kembalikan ke fungsinya persentase dari ruang terbuka hijau kita ini masih jauh dari aturan yang ditetapkan,”ucapnya.
Lanjut Anhar menjelaskan akibat dari permasalahan tersebut dapat menimbulkan masalah seperti misalnya banjir yang sulit diatasi itu semua penyebabnya karena ketidak sesuaian ruang terbuka hijau dengan RTRW.
“Samarinda seharusnya berbenah diri mengembalikan serapan-serapan air kita karena memang dalam sebuah aturan itu tentu sudah di kaji secara teknis sebelum di undangkan, bahwa ruang terbuka hijau itu peruntukan nya jelas jangan sampai nanti pemerintah daerah sendiri yang melanggar,” Jelas Anhar.
Anhar juga mencotohkan, Pembangunan di Gunung Lipan yang tentunya harus dikaji terlebih dahulu, memang pembangunan di sana menurutnya dapat menyerap tenaga kerja akan tetapi aspek lingkungan juga tidak boleh di kesampingkan karena menyangkut khalayak hidup orang banyak.
“Kita membutuhkan orang berinvestasi di daerah kita tetapi tidak bisa menabrak aturan atau rambu yang RTH kita yang juga RTRW disitu sebenarnya daerah penyangga kota kalau dibabat habis itu apa yang akan terjadi di kemudian hari,” ucapnya. (Idham)








