Mediaetam.com, Samarinda – Angka kemiskinan di Kota Samarinda mengalami kenaikan di angka 9-10 persen hal itu di sampaikan langsung oleh kepala Dinas Sosial Kota Samarinda saat melakukan hearing bersama komisi IV.
Peningkatan kemiskinan yang terjadi merupakan efek pandemi yang menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan sehingga aktivitas ekonominya tidak mendapatkan pemasukan.
Dengan begitu, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar menyebutkan bahwa perlu ada tindakan Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan.
“Yang pasti meningkat karena efek pandemi kalo tadi yang disampaikan oleh pak kadis itu dari angka 9 menjadi 10% nah otomatis ada peningkatan daripada tahun sebelumnya dan di tahun sebelumnya pun kalau tidak salah pak wali juga menyampaikan di akhir kepemimpinan bahwa beliau ingin angka kemiskinan kembali ke angka 6-7% ke sebelumnya,”ucapnya saat di konfirmasi awak media.
Lebih lanjutnya, langka pemerintah dengan memberikan stimulus bantuan bisa di evaluasi karena tidak semua bantuan tepat sasaran.
“inilah yang tadi langkah-langkah yang kita bawa, artinya kalau kita tidak mengkritisi bantuan langsung tunai itu bagus, tapi ya tadi efeknya tidak langsung terasa,”Jelasnya.
Deni Hakim pun mengaku mendapat laporan bahwa ada bantuan yang disalahgunakan, yang seharusnya bantuan yang diterima digunakan untuk membatu keberlangsungan sehari-hari malah digunakan untuk membeli narkoba.
“Ketika ada bantuan langsung tunai apakah iya mereka yang langsung terima menggunakannya untuk keperluan pangan, ternyata itu ada yang tidak digunakan seperti semestinya, tadi juga dinas sosial menyampaikan ada 1 kelurahan yang notabene itu adalah banyak pengguna narkoba yang ada didalamnya. Mereka yang dapat bantuan itu tadi di belikan narkoba otomatis kan ini tidak tepat,”ujarnya
“Jangan sampai penyalahgunaan itu terjadi lagi Kepala dinas tadi menyampaikan bahwa dari Kemensos aja angkat tangan ketika mendata di kampung Narkoba itu. Mereka tidak bisa apa-apa karena ada premanisme di dalam kampung itu,”sambungnya
Deni berharap bahwa perlu mendata dengan rinci agar bantuan tepat guna sasaran.
“Makanya kita harapkan di 2023 ini segala sesuatunya terdata jelas dan mungkin mudah mudahan selesai data verfak oleh dinas sosial kita punya data yang akurat dan pasti, mana saja sih yang klasifikasi nya ekstrim 1,2,3 jadi yang betul betul miskin sekali, miskin, dan juga yang sedang,”pungkasnya. (Idham)








