Mediaetam.com, Jakarta – Tingkat kesembuhan pasien gagal ginjal akut semakin meningkat. Tentu ini adalah kabar yang menggembirakan karena banyak pasien dari kasus ini dinyatakan sembuh.
Berdasarkan data Kemenkes per 31 Oktober, terdapat 304 kasus GGAPA. Dari 304 kasus 99 pasien dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan ini naik sepekan terakhir.

Pada 26 Oktober 2022 ada 39 kasus dinyatakan sembuh.
Pemerintah menerapkan kebijakan antisipatif agar kasus gagal ginjal akut tidak kembali melonjak. Berbagai kebijakan telah diambil pemerintah untuk menangani kasus ini.
Ratusan vial obat penawar atau Antidotum yaitu Fomepizole injeksi didatangkan dari berbagai negara. Beberapa negara yang menyuplai Fomepizole adalah Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang.
“Sebanyak 146 vial sudah disebarkan ke 17 rumah sakit di 11 provinsi, sementara 100 vial disimpan sebagai stok di instalasi farmasi pusat,” ucap Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Muhammad Syahril, Kamis (2/11/2022).
Selain itu kemenkes juga berbenah dalam menerapkan kebijakan pengawasan obat-obatan.
“Peristiwa ini banyak maknanya. Salah satunya melakukan audit sekaligus memberikan pembenahan atau perbaikan sistem dalam pengawasan obat,” kata dr Muhammad Syahril.
Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama. Dua institusi ini saling terkait. Kemenkes mengadakan penyelidikan adanya dugaan intoksinasi yang terdapat pada obat sirup. Hasil penyelidikan ini diberikan pada BPOM.
“BPOM memeriksa secara teliti untuk mengetahui berapa banyak kandungan yang ada dalam obat dan berapa banyak ambang batas yang boleh dan tidak boleh,” ucap Syahril.
Kemenkes mengeluarkan kebijakan untuk mencegah pasien gagal ginjal akut. Salah satu kebijakan kemenkes adalah larangan ratusan obat sirup beredar. Hal ini dilakukan karena ratusan obat tersebut masih diperiksa BPOM.
“Banyak sekali obat cair yang harus diperiksa semua, jangan sampai kita memeriksa sebagian. Kita ingin semua aman dan akhirnya kita cabut larangan itu,” kata Syahril menambahkan.
Sumber : Angka Kesembuhan Gangguan Ginjal Akut Terus Bertambah Hingga 33 Persen
Editor : Eny Lestiani








