Bek Borneo FC: Walau Main 2 Jam Lawan Bali United, Kami Tetap Tak Bisa Bikin Gol

Christophe Nduwarugira dalam sesi latihan terbaru Borneo FC, jelang laga kontra Persib. (BFCS)

Bek tangguh Borneo FC, Christophe Nduwarugira mengakui kekalahan atas Bali United dengan skor 1-0 di Stadion Segiri, Minggu sore kemarin. Menurutnya, semisal pertandingan dihelat selama 2 jam atau bahkan lebih pun, timnya tetap tak bisa mencetak walau sebiji gol ke gawang lawan. Kok bisa?

Borneo FC Samarinda akhirnya menelan kekalahan perdananya musim ini saat menjamu Bali United, Minggu sore. Meski kekalahan itu tak membuat posisi di klasemen berubah, dan juga telah memecahkan 2 rekor kemenangan terpanjang sekaligus; yakni kemenangan beruntun terpanjang sepanjang sejarah Liga Indonesia, dan kemenangan terpanjang di awal musim pada kompetisi yang sama. Namun kalah tetaplah kalah. Rasanya mengecewakan, apalagi terjadi di laga kandang terakhir mereka tahun ini.

Bacaan Lainnya

Selama 1 jam pertandingan, Pesut Etam begitu mendominasi pertandingan. Sementara Bali United hanya menunggu bola dengan cara menumpuk seluruh pemainnya di area sendiri.

Gol Kadek Agung pada menit ke-53 mengubah situasi. Serdadu Tridatu langsung punya keberanian bermain terbuka. Tapi setelah pertahanan lawan longgar, Pasukan Samarinda tetap kesulitan mencetak gol. Hingga laga berkesudahan dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu.

Borneo FC Tak Bisa Cetak Gol

Keefektifan lini depan Pesut Etam memang menjadi sorotan besar di laga itu. Dengan total 12 peluang, 22 percobaan tembakan, tak ada satu gol pun tercipta.

Christophe lantas mengatakan, timnya memang tak bisa mencetak gol, bahkan jika pertandingan berlangsung lebih lama. Namun bukan semata-mata karena rekan-rekannya di lini depan tidak becus, melainkan karena faktor keberuntungan.

“Menurutku, hari ini kami hanya kurang beruntung. Jika saat ini (setengah jam setelah laga) pertandingan masih berlangsung, kami tetap tidak bisa mencetak gol. Yak arena tidak beruntung itu tadi,” ungkapnya, usai laga.

Ia menuduh keberuntungan karena menurutnya, seluruh pemain sudah bekerja sangat keras di lapangan. Dan terlepas dari kepayahan mereka membongkar pertahanan ketat Bali United, satu hal yang ia percaya kenapa pemain Borneo tak bisa mencetak gol –termasuk dirinya yang beberapa kali mendapatkan peluang dari bola mati. Adalah tidak beruntung.

Pelajaran Penting, Kembali Fokus

Sebelum kekalahan ini, pada beberapa laga terakhir, khususnya saat menghadapi Madura United. Pesut Etam sudah mengalami kemunduran dalam hal permainan.

Mereka terlihat sulit berkembang ketika lawan menerapkan permainan bertahan total.

Maka dari kekalahan ini, Chris mengajak rekan-rekannya untuk bangkit lewat kesadaran bahwa mereka harus lebih bekerja keras untuk laga-laga mendatang.

“Ini adalah pelajaran bagi kami. Sekarang kami harus kembali fokus untuk laga berikutnya.”

“Borneo adalah tim yang solid, dan bersama-sama, kami harus kembali memenangkan pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.

Pekan depan, atau tepatnya pada 5 Desember 2025, Borneo akan melawat ke kandang Persib untuk memainkan laga tunda. Setelahnya, ada waktu yang cukup panjang –karena sebenarnya memasuki masa libur tengah musim. Untuk menuju laga berikutnya, yakni pada 20 Desember melawan Persebaya. Disambung dengan laga tunda kontra Malut United 8 hari setelahnya.

Periode Desember akan menjadi masa-masa berat bagi Borneo, karena selain melawan tim-tim mewah, juga seluruh pertandingan berlangsung di kandang lawan. (has)

Bagikan:

Pos terkait