TENGGARONG – Minggu malam di Tepian Indah Kota Bangun Ulu terasa lebih hangat dari biasanya. Sorot lampu, tenda-tenda kecil, dan aroma jajanan tradisional menyatu dengan gelak tawa pengunjung yang datang ke gelaran perdana AWUH (Acara Wadah Urang Hulu) yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), Minggu (30/11/2025).
Di antara deretan pelaku UMKM yang meramaikan acara itu, ada Mira Nayfi. Dengan cekatan ia membungkus kue-kue sambil sesekali melayani pembeli yang tak henti singgah. Senyumnya tampak jelas seolah ikut menyampaikan bagaimana ia menikmati kesempatan baru ini.
“Saya senang bisa terfasilitasi dari awal pembinaan sampai diberi tenant setelah pelatihan,” ungkap Mira yang sebelumnya mengikuti workshop dari Ekraf Kukar.
Baginya, ini bukan sekadar tempat berjualan, tetapi ruang baru untuk bertemu pelanggan dan memperkenalkan produknya secara langsung.
Biasanya, Mira hanya berjualan dari rumah. Ia menunggu pesanan masuk, sesekali memposting dagangannya di media sosial. Kini, setiap hari Minggu ia bisa menjajakan langsung aneka jajanan kue kering kepada pengunjung yang datang.
“Sekarang tiap Minggu bisa berjualan di AWUH. Rasanya beda, lebih ramai karena bertemu orang-orang baru dan sambil menikmati musik,” tambahnya.
AWUH Jadi Momentum
AWUH sendiri menjadi magnet baru bagi masyarakat. Konsepnya yang mirip gelaran SOE di Tenggarong dengan paduan seni pertunjukan dan kuliner lokal membuat suasana sore menjelang malam terasa lebih hidup. Setiap tenant menawarkan sesuatu yang khas, dari makanan rumahan hingga kerajinan kreatif.
Gelaran ini juga sejalan dengan Program AKAR Kukar (Aksi Kreatif Angkat UMKM) yang digerakkan Dispar Kukar melalui bidang Ekraf. Program ini mendorong UMKM di setiap kecamatan agar maju bersama, bukan hanya lewat pelatihan, tetapi juga menyediakan ruang praktik nyata seperti AWUH.
Zikri Umulda, Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kukar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penerapan langsung ilmu yang didapat para pelaku UMKM. “Hasil dari pelatihan kemarin dipraktikkan dalam AWUH ini, termasuk seni pertunjukan yang kita hadirkan agar ekonomi lokal, khususnya di Kecamatan Kota Bangun, semakin hidup,” ujarnya.
Zikri berharap para UMKM ini tak berhenti sampai disini dan terus berkembang dimanapun mereka berjualan.
“Saya senang jika mereka bisa berkembang tidak hanya di event setiap Minggu, bisa buka cabang dilain itu sudah hebat,” tutupnya.
Malam kian larut, namun pengunjung belum benar-benar pergi. Para pedagang tetap sibuk melayani, dan musik dari panggung kecil tak berhenti mengalun. Di tengah keramaian itu, Mira dan para UMKM lainnya merasakan harapan baru bahwa usaha kecil mereka kini punya panggung lebih luas untuk bertumbuh.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








