Mediaetam.com, Berau – Putusnya jembatan di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu, Sabtu (24/12/2022), belum ditindaklanjuti serius dan positif oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau hingga saat ini.
Hal itu disampaikan oleh Camat Biduk-Biduk, Abdul Malik kepada media ini, Jumat (30/12/2022). Menurutnya, jembatan tersebut dibangun menggunakan APBD Berau. Karena itu, sudah semestinya menjadi tanggung jawab Pemkab Berau, memperbaiki jembatan itu.
Pasca ambruknya jembatan tersebut, Malik mengaku sudah menyampaikan permohonan perbaikan kepada Wakil Bupati Berau, Gamalis dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kemarin, saat malam silaturahmi saya sudah sampaikan. Katanya, dalam waktu secepatnya akan ditindak. Tetapi, informasi terkini menunggu kedatangan Kepala BPBD dahulu baru diperbaiki,” ungkapnya.
Perbaikan jembatan itu baginya, menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Pasalnya, jembatan yang terbuat dari kayu ulin itu merupakan akses penyeberangan satu-satunya.
“Kasihan masyarakat di sana. Mereka tidak bisa beraktivitas dan memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Bukan hanya itu. Aktivitas pariwisata juga terhenti menuju seberang,” imbuhnya.
Akibat kemendesakan dan lambannya respon pemerintah dengan alasan menunggu BPBD itu, masyarakat terdampak bersama pemerintah kampung akhirnya berinisiatif membangun jembatan alternatif sementara.
“Kami berharap adanya perbaikan jembatan tersebut supaya aktivitas kembali normal. Selain itu, kami juga berharap jembatan itu bisa dibuat permanen meskipun harus dilakukan tahun depan,” harapnya.
Patut diketahui, jembatan dengan panjang lebih kurang 60 meter itu menghubungkan jalan utama Kampung Teluk Sumbang dengan 10 rumah di RT 2 yang terdiri dari 20 kepala keluarga (KK).
Sehingga, walaupun darurat, masyarakat Teluk Sumbang sepenuhnya bergantung pada jembatan itu untuk beraktivitas dan mengangkut kebutuhan logistiknya. (Christian)
Editor: Elton Wada








