TENGGARONG – Program Kredit Kukar Idaman (KKI) kini menjadi salah satu gebrakan nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin. Program unggulan yang menjadi bagian dari visi “Kukar Idaman Terbaik 2025–2030”.
Bupati Aulia menyebut, realisasi KKI saat ini sudah berjalan baik. Total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp36 miliar, dengan tingkat kredit macet (NPL) di bawah 2,5%. Angka ini jauh di bawah standar nasional dan menjadi bukti bahwa program tanpa bunga ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kukar.
“Alhamdulillah, KKI berjalan dengan baik. Nilai macetnya sangat rendah, artinya program ini benar-benar tepat sasaran. Kita bahkan sudah mulai menyiapkan peningkatan plafon dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta, agar petani, nelayan, dan pelaku UMKM bisa naik kelas,” ungkap Bupati Aulia Rahman Basri.
Namun, peningkatan plafon tersebut tentu disertai dengan aturan dan ketentuan khusus agar dana yang digulirkan tetap aman dan tepat guna. “Kita tetap siapkan pagar-pagar pengaman, supaya kredit ini digunakan dengan benar dan pengembaliannya juga lancar,” tambahnya.
Butuh Penyertaan Modal
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Kukar juga akan memperkuat dukungan pendanaan melalui penyertaan modal ke Bankaltimtara. Menurut Aulia, kebijakan ini dilakukan agar program KKI memiliki sumber pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Dividen dari pemerintah daerah akan kita kembalikan ke Bankaltimtara dalam bentuk penyertaan modal. Karena ini program tanpa bunga, jadi butuh pembiayaan khusus agar bisa terus berjalan,” jelasnya.
Di tahun 2026 mendatang, Pemkab Kukar berencana menambah penyertaan modal sebesar Rp21 miliar untuk memperkuat program ini. Langkah ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses permodalan tanpa bunga.
“Saat ini saja Bankaltimtara sudah menyalurkan lebih dari 100% dari penyertaan modal yang ada. Jadi memang dana yang tersedia sudah maksimal dipakai untuk KKI. Makanya kita siapkan tambahan penyertaan tahun depan,” ucapnya.
Meski begitu, Bupati memastikan dana yang bergulir tetap aman karena tingkat pengembalian kredit sangat baik. Uang yang kembali dari para penerima manfaat langsung disalurkan lagi ke penerima baru, sehingga perputaran ekonomi terus berjalan.
“Dengan NPL rendah, uangnya berputar dengan sehat. Begitu lunas, langsung bisa dipinjamkan lagi ke yang lain. Ini bentuk nyata ekonomi rakyat yang mandiri dan berkelanjutan,” tutup nya.
Melalui program KKI yang terus berkembang, Pemkab Kukar berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, bisa semakin berdaya, naik kelas, dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal di era Kukar Idaman Terbaik. (Nur/Adv/ Prokom Kukar)








