Mediaetam.com, Berau – Bupati Berau, Sri Juniarsih resmi melantik Agus Wahyudi sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau di Gedung Balai Mufakat Tanjung Redeb Berau, pada Selasa (03/01/2022).
Pada kesempatan itu, Bupati Sri meminta mantan Asisten II Setkab Berau yang baru dilantik tersebut untuk memaksimalkan 18 program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
“Saya tekankan untuk memaksimalkan 18 program kerja yang diminta. Salah satunya yang menjadi fokus utama adalah pembangunan rumah sakit (RS),” ungkapnya.
Pj. Sekda pun diminta untuk membantu tugas Bupati dan Wakil Bupati Berau dalam mewujudkan kemajuan pembangunan di daerah, seperti meningkatkan semangat Aparatur Sipil Negara (ASN), membangun potensi daerah, dan semua hal yang dianggap penting.
Menurut Bupati Sri, sudah menjadi alasan yang tepat untuk memilih Agus Wahyudi menggantikan M. Ghazali sebagai Pj. Sekda terpilih. Pasalnya, pejabat yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Baplitbang Berau itu sudah cukup lama menjadi seorang ASN dan menggeluti bidang pemerintahan.
“Intinya, saya tidak akan melantik beliau kalau tidak melihat kinerjanya yang bagus. Saya yakin beliau sangat pantas untuk duduk di jabatan tersebut,” ungkapnya.
Bupati Sri yakin bahwa Pj. Sekda terpilih pun telah mengetahui tugas dan fungsinya. Apalagi Wahyudi selama ini bergelut sebagai asisten yang mengasuh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya hanya tekankan untuk profesional dalam bertugas,” sambungnya.
Kepala daerah wanita pertama di Kabupaten Berau itu pun berharap agar Pj. Sekda terpilih tidak hanya menganggap kerja hanyalah sebuah rutinitas. Sekda mesti memiliki target dan bisa melakukan terobosan-terobosan baru demi memajukan Bumi Batiwakkal.
Menanggapi media ini terkait program-program mendesak dan menjadi fokus serta prioritas utama kinerjanya selama menduduki jabatan baru itu, Agus Wahyudi menerangkan bahwa sebenarnya 18 program tersebut sudah berjalan.
“Yang namanya mendesak itu tergantung persepsi kita. Namun kemarin yang menjadi perdebatan adalah rumah sakit. Karena dari 18 program itu, yang menyerap dana paling signifikan adalah rumah sakit,” ungkapnya.
Wahyudi pun berharap agar RS itu pada awal tahun ini bisa dilelang dengan skema multi years contract (MYC). Pelelangan itu pun diharapkan bisa dilakukan karena kendala terkait lahan yang selama ini masih berpindah-berpindah, sudah berstatus “clean and clear,” saat ini.
Lahan itu sendiri merupakan aset Pemda. Sehingga pemerintah tidak perlu lagi mengadakan atau melakukan pembebasan lahan. Masyarakat yang tinggal di lahan tersebut hanya akan tetap diberikan santunan.
“Dan semoga pada dua tahun ke depan, multi years tahap pertama dapat diselesaikan,” ungkapnya. (*/Christian)
Editor: Elton Wada








