Sebuah data menunjukkan bahwa laga kandang bukanlah faktor utama Borneo FC meraih poin sempurna. Karena 4 tim yang bermain di kandang paling sering, tak ada yang berada di papan atas, bahkan 3 di antaranya sedang berjuang di papan bawah.
Di Indonesia Super League musim ini, satu-satunya perbedaan laga kandang dan tandang hanya keberadaan suporter di tribun. Selebihnya sama saja. Karena dari total 96 pertandingan sejauh ini, hanya 37 kali tuan rumah meraih kemenangan. Alias hanya 39 persen saja. Sisanya berakhir imbang 24 kali (25 persen) dan 35 (36 persen) kekalahan untuk tim tuan rumah. Dengan kata lain, kans menang di hadapan pendukung sendiri cukup kecil, hanya 39:61 persen.
Fakta lain yang lebih mencengangkan adalah hanya 5 tim yang jumlah kemenangan di markas sendiri lebih banyak ketimbang hasil seri dan kalah. Yakni Borneno FC, Bhayangkara Lampung, Persita, Persib, dan Persebaya. Sementara 13 tim lainnya lebih sering kehilangan poin di rumah sendiri.
Si Paling Jago Kandang
Ada 3 tim yang layak mendapat predikat Si Paling Jago Kandang. Yakni Borneo FC dan Persib yang meraih 100 persen kemenangan, serta Persita yang meraih 80 persen kemenangan.
Rinciannya, Pesut Etam memenangkan 6 dari 6 laga kandang. Persib memenangkan 3 dari 3 laga kandang. Dan Persita meraih 4 kemenangan, 1 kekalahan dari 5 laga kandang. Btw, Persib baru 3 kali main di kandang karena memiliki 3 laga tunda, yang 2 di antaranya berstatus laga kandang, yakni pertandingan kontra Borneo FC dan PSM Makassar.
Si Lumayan Jago Kandang
Terdapat 4 tim yang masuk daftar ini, yakni mereka yang setidaknya meraih 50 persen kemenangan di kandang sendiri. Keempat tim itu adalah Persebaya (60 persen kemenangan), Bhayangkara Lampung (57 persen kemenangan), Persija dan Malut United (50 persen kemenangan).
Detailnya, Persebaya meraih 3 kemenangan dan 2 kekalahan dari 5 laga. Bhayangkara Lampung mendapat 4 kemenangan, 2 seri, dan 1 kalah dari 7 laga. Persija meraih 2 kemenangan dan 2 imbang dari 4 laga. Malut United mendapat 2 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kali kalah dari 4 laga.
Si Paling Ya Ampuuun
Meski kata orang main di kandang itu lebih menguntungkan. Sebab unggul dalam pemahaman lapangan, fisik, dan dukungan mental dari suporter. Nyatanya 11 dari 18 tim Super League justru masuk dalam daftar ini. Anomali sekali bukan?
Yang paling Ya Ampuuun adalah Persis, dengan catatan 0 persen kemenangan. Diikuti oleh PSBS dan Semen Padang (14 persen), Persijap (17 persen), PSM, Bali United, dan Madura United (20 persen), Persik (25 persen), Dewa United (29 persen), Arema FC (33 persen), serta PSIM (40 persen).
Tim Main Menang Imbang Kalah Persis 5 0 2 3 PSBS 7 1 3 3 Semen Padang 7 1 1 5 Persijap 6 1 1 4 PSM 5 1 3 1 Bali United 5 1 2 2 Madura United 5 1 2 2 Persik 4 1 2 1 Dewa United 7 2 1 4 Arema FC 6 2 0 4 PSIM 5 2 2 1
Menang di Kandang Adalah Kunci
Terlepas banyaknya tim yang mendapat hasil minor di laga kandang musim ini. Yang itu berarti, mau seberapa banyak pun bermain di kandang sama sekali tak menentukan posisi di klasemen sementara. Menang di kandang tetaplah kunci.
Ingat perbedaannya, bermain di kandang berbeda dengan menang di kandang.
Bukti bahwa menang di kandang itu penting adalah penghuni 8 tim teratas di tabel sementara, merupakan tim yang tingkat kehilangan poin di rumah sendiri lebih kecil.
Sedangkan 4 tim dengan persentase kemenangan kandang terkecil, kini menghuni posisi 4 terbawah. Masing-masing belum berhasil meraih 10 poin dari 11 laga berlalu. (has)








