Desa Sumber Sari Fokus Perkuat Layanan Posyandu

Tenggarong – Upaya serius Pemerintah Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus menunjukkan hasil positif, khususnya dalam penanganan stunting. Hingga pertengahan 2025, empat Posyandu aktif telah beroperasi dan dinilai memadai dari segi fasilitas dan fungsi.

Bacaan Lainnya

Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut sebagian besar dilakukan langsung oleh pemerintah desa sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat di tingkat dusun.

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyebut bahwa sektor kesehatan di desanya kini semakin tertata dan merata.

“Alhamdulillah, Posyandu kita sudah ada empat. Sudah layak semua, sebagian dibangunkan oleh desa. Kemudian dari jenaz kesehatan juga ada satu Busban. Tenaga medis juga sudah berjalan, sesuai kebijakan dari Pak Edi: satu orang perawat dan satu bidan,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, perhatian juga diberikan pada penguatan kapasitas kader Posyandu. Mereka diberi pelatihan serta sarana penunjang agar lebih optimal dalam memberikan layanan dan edukasi.

“Para kader juga, alhamdulillah, sudah difasilitasi. Mereka aktif mendampingi ibu dan balita, serta melakukan edukasi kesehatan di masyarakat,” jelasnya.

Hasil dari berbagai program ini mulai terlihat. Menurut Sutarno, angka stunting di desa telah berhasil ditekan dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, penanganan stunting juga sudah berjalan dan hasilnya cukup baik. Sekarang bisa dibilang aman, tinggal ada beberapa warga yang masih mengalami gizi kurang, tapi gizi buruk sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemkab Kukar, khususnya dalam penyediaan tenaga kesehatan yang dibiayai langsung oleh pemerintah kabupaten.

“Ini saya anggap salah satu keberhasilan juga. Adanya tenaga medis yang dibiayai kabupaten sangat membantu, baik dalam pelayanan harian maupun program kesehatan rutin,” katanya.

Pemerintah desa pun berkomitmen mempertahankan sinergi lintas elemen—petugas medis, kader, dan warga—agar kualitas layanan terus meningkat.

“Kondisi pelayanan kesehatan kita sekarang, insyaallah, sudah lumayan bagus,” pungkasnya.

Bagikan:

Pos terkait