Desember 2025, Air PDAM dari Kolam Bekas Tambang Indominco Sudah Bisa Mengalir ke Rumah Warga Bontang

Rudy Mas’ud meninjau langsung kolam bekas tambang PT IMM yang akan digunakan sebagai sumber baku air bersih Kota Bontang. (Adpim)

Bontang – Warga Kota Bontang dan sekitarnya dipastikan akan segera menikmati distribusi air bersih dari kolam bekas tambang Indominco pada Desember 2025 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud saat meninjau rencana pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Regional Void Indominco di Void L13 W1 PT Indominco Mandiri (IMM), Jumat (5/9/2025).

Rudy Mas’ud hadir bersama jajaran DPRD Kaltim, Sekda Sri Wahyuni, Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni, manajemen IMM, serta sejumlah pejabat terkait.

Bacaan Lainnya

Wacana Lama, Kini Jadi Nyata

Rencana pemanfaatan kolam bekas tambang Indominco sebagai sumber air baku sebenarnya telah muncul sejak awal 2019. Saat itu, pemerintah bersama PT Indominco Mandiri mencari solusi atas semakin menipisnya debit air baku di Bontang.

Namun, wacana ini sempat menimbulkan ketakutan masyarakat. Banyak warga khawatir air dari lubang tambang berpotensi mengandung zat berbahaya bagi kesehatan. Keraguan itu juga diperkuat oleh pengalaman buruk sejumlah kolam bekas tambang di Kaltim yang dianggap tidak aman.

Jaminan Keamanan Air

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, PT IMM bersama Pemprov Kaltim rutin melakukan uji laboratorium bekerja sama dengan Sucofindo. Hasil pengujian menunjukkan air dari Void L13 W1 dan Void L11 N1 layak untuk diolah menjadi air baku, dengan syarat melalui proses instalasi pengolahan air (IPA) yang sesuai standar.

“Kita akan pastikan air yang didistribusikan itu benar-benar aman. Kalau tidak layak, tentu tidak akan digunakan, baik untuk MCK maupun konsumsi,” tegas Rudy Mas’ud.

Kapasitas dan Investasi

SPAM Regional Void Indominco ditargetkan mampu memproduksi 250 liter per detik air baku. Proyek ini menggelontorkan investasi total sekitar Rp415 miliar, terdiri dari kontribusi PT IMM Rp250 miliar, Pemprov Kaltim Rp135 miliar, Pemkot Bontang Rp20 miliar, dan Pemkab Kutai Timur Rp10 miliar.

Pemprov Kaltim membangun instalasi pengolahan air serta jaringan pipa distribusi sepanjang 25 kilometer. Nantinya, air dari kolam bekas tambang Indominco akan diolah di IPA, kemudian dialirkan ke titik offtaker yang ditentukan oleh Pemkot Bontang dan Pemkab Kutim. Distribusi ke rumah-rumah warga dilakukan oleh PDAM di masing-masing daerah.

Tidak Semua Kolam Tambang Harus Ditimbun

Menurut Rudy Mas’ud, saat ini tingkat pelayanan air bersih di Kaltim baru sekitar 54 persen. Artinya, hampir separuh penduduk atau sekitar 2 juta jiwa belum menikmati air bersih. Kehadiran SPAM Regional Void Indominco diharapkan menjadi proyek percontohan dan mendorong perusahaan tambang lain untuk memanfaatkan void secara produktif.

“Ini bukti bahwa tidak semua lubang tambang harus ditimbun. Jika dikelola dengan benar, bisa bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya sebagai sumber air baku,” kata Rudy Mas’ud.

Selain meninjau lokasi, Gubernur juga menyempatkan diri menanam pohon ulin di Arboretum 30 Gemilang sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan. (gis)

Bagikan:

Pos terkait