Kata Messi Sambutan, ‘Musim Sakit’ Juga Berlaku di Kehidupan Pesepakbola Profesional

M. Sihran saat berlatih di BTG, Samarinda jelang laga kontra PSIM. (BFCS)

Musim hujan identik dengan musim sakit. Kelembaban udara membuat banyak orang rentan terkena flu. Nah, kata Messi Sambutan, musim sakit itu juga berlaku di kalangan atlet sepak bola profesional. Meski mereka sudah dibekali program hidup sehat dan pendampingan dari dokter tim. Ini bukti bahwa atlet juga manusia biasa.

Saat hujan, udara lebih dingin dan lembap. Kondisi ini bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh manusia lebih rentan terhadap virus.

Bacaan Lainnya

Virus flu (influenza dan common cold) juga lebih mudah bertahan dan menyebar di udara dingin. Belum lagi saat peralihan suhu dari panas ke dingin, itu berpengaruh ke imunitas.

Karenanya, banyak orang mendadak mengalami flu. Lalu aktivitas seperti kerja dan sekolah yang berkerumun di dalam satu ruangan, membuat flu gampang menyebar. Sehingga terjadi lah musim sakit itu.

Musim Sakit Berlaku di Atlet Juga

Fenomena musim sakit sudah lazim terjadi di masyarakat umum. Hal itu terjadi karena masyarakat relatif menerapkan gaya hidup sembrono. Bagaimana dengan atlet sepak bola profesional? Apakah mereka juga mengalami musim sakit? Karena pesepakbola kan, adalah profesi yang dibayar mahal bukan hanya untuk berlatih dan bertanding. Tapi juga wajib menjaga pola hidup sehat serta mendapat pendampingan rutin dari dokter tim.

Karena penasaran, kami pun bertanya pada winger lincah Borneo FC, M. Sihran Amarullah. Btw, M di namanya itu adalah Muhammad. Namun karena tubuh mungil, kelincahan, dan kemampuan driblle-nya di atas rata-rata pemain Indonesia. Pendukung Borneo FC pun mengubah M. Sihran menjadi Messi Sihran. Belakangan, julukannya berkembang menjadi Messi Sambutan. Entah karena apa dan siapa yang memulai, namun sepertinya berkaitan dengan tempat tinggalnya yang berada di kawasan Sambutan, Samarinda.

“Ya, kami juga bisa mengalami itu (musim sakit),” jawabnya.

“Kalau cuaca kurang bersahabat, pemain juga bisa kena flu. Apalagi saat jadwal padat, intensitas latihan dan pertandingan lagi ketat. Ketika badan dalam kondisi lelah, lalu kena perubahan cuaca –menjadi lembab. Di situ beberapa pemain biasanya sakit,” jelasnya lebih lanjut.

Ada Pendampingan dari Dokter Tim?

“Kami ada program dari dokter tim. Setiap pemain dikasih vitamin untuk menjaga kondisi. Secara individu, setiap pemain juga menjaga pola makan dan tidur, supaya selalu fit dan siap untuk latihan dan pertandingan,” imbuh Messi Sambutan, Jumat 5 September 2025.

Kok Atlet Bisa Kena Flu?

Karena atlet profesional juga manusia. Mereka memang mendapat pendampingan ketat dan proper dari tim medis. Namun jangan lupa, bahwa hampir semua aktivitas mereka berada di luar ruangan.

Melakukan gerakan fisik intensif tanpa paparan sinar matahari yang cukup, membuat tubuh mereka dilanda kelelahan yang sangat. Di momen itu, tubuh harus mendapat waktu istirahat yang cukup. Serta makanan bergizi tinggi dan sesuai dengan kondisi. Kalau tidak, virus flu yang sudah mengintai, langsung menyergap tubuh lelah mereka.

Bukannya Atlet Harus Bisa Jaga Pola Hidup?

Benar, tapi ada 2 jawaban untuk pertanyaan tersebut. Pertama, selalu ada –walau tidak banyak, atlet yang gagal menjaga pola tidur dan makannya. Suka melakukan aktivitas non atlet yang membuat tidur dini hari, makan makanan berminyak (karena enak, uhuk).

Kedua, atlet yang sudah menjaga pola hidup sehatnya pun tetap rentan sakit. Beberapa penyebabnya: atlet yang bermain pada pertandingan pasti mendapat adrenalin, yang membuat detak jantung meningkat, saluran pernapasan melebar, tekanan darah naik, menajamkan fokus dan kewaspadaan.

Deraan adrenalin yang intens selama pertandingan itu, baru bisa hilang 2-4 jam setelahnya, dan bisa mencapai 6 jam di pertandingan malam. Maka apabila pemain menyelesaikan pertandingan di jam 9 malam, mereka baru bisa tidur nyenyak sekitar jam 3 atau 4 dini hari. Jam tidur sudah pasti terganggu. Namun kondisi ini sama sekali tidak bisa mereka lawan.

Selanjutnya adalah jadwal pertandingan. Ketika bermain di kandang, potensi kelelahan tidak setinggi saat bermain tandang. Karena di laga tandang, sehari setelah pertandingan digunakan untuk perjalanan pulang. Situasi ini lagi-lagi membuat waktu recovery berkurang. Di kondisi tersebut, apabila cuaca kurang bersahabat, BAM! Flu masuk ke tubuh. (has)

Bagikan:

Pos terkait