Mediaetam.com, Gresik – Freeport resmikan PTB untuk Atasi Limbah Smelter Manyar. PTB yang berada di Desa Manyarejo, Gresik merupakan tanda pengukuhan strategi perusahaan dalam keberlanjutan dan perwujudan ekonomi sirkular.

Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy PTFI Horst Garz mengatakan, PTB akan berusaha memulihkan material dengan menggunakan konsep daur ulang sehingga sampah anorganik dapat berkurang karena dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Horst fokus pada dukungan perusahaan terhadap prioritas komunitas Gresik terkait pengelolaan limbah.
“PTFI bangga dapat menjadi bagian dari upaya keberlanjutan ini. Keberadaan fasilitas PTB akan mendukung visi dan misi masyarakat Gresik dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab melalui 3R (reuse, reduce, recycle), sekaligus mengambil peran dalam ekonomi sirkular,” kata Horst.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat sambutan mengucapkan apresiasi pada sinergitas PTFI, YATAMAM, dan pemerintah Kabupaten Gresik untuk merealisasikan PTB.
“Mudah-mudahan PTB bisa bermanfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat Manyar dan Gresik. Dengan PTB ini, kita berubah untuk menjadi pemenang dalam arti bisa memberikan manfaat, baik kepada kepala desa yang hadir dan juga masyarakat,” kata Fandi.
Selain mempunyai nilai lingkungan yang tinggi, penggunaan fasilitas PTB dapat memberikan manfaat pada masyarakat, baik dari segi material maupun non-material. Horst mengungkapkan hasil proses daur ulang yang dilakukan oleh PTB akan diinvestasikan pada program YATAMAM yang tentunya akan memiliki manfaat untuk masyarakat.
Program ini juga akan melakukan pembiayaan pendidikan anak yatim dan sarana pengembangan sumberdaya manusia yang ingin masuk ke dunia industri.
Ketua YATAMAM Abdul Mu’id Zahid menuturkan pendirian PTB menggandeng BUMDes di delapan desa bisa menjadi proyek percontohan untuk industri lain supaya tidak ragu bersinergi dengan masyarakat.
“Mudah-mudahan sampah industri bisa diserap maksimal di PTB ini, sehingga angan-angan kami dapat memberikan donasi ke 500 anak yatim bisa terlaksana dan BLK yang nanti dibangun bisa dilaksanakan. Nilai manfaat murni untuk masyarakat terdampak di Manyar,” kata Abdul Mu’id Zahid.
Strategi pengurangan limbah smelter Manyar meliputi proses pemilahan limbah konstruksi secara langsung di lokasi smelter, pengolahan limbah pada fasilitas PTB, dan penjualan hasil produk pengolahan limbah yang memiliki nilai tambah oleh pihak ketiga atau penerima manfaat. Salah satu contoh yaitu pengelolaan besi sisa tiang pancang sebelum dijual ke pembeli lokal akan dipilah, dibersihkan, dan dipotong terlebih dahulu.
Pada tahap pertama, fungsi PTB fokus pada pengelolaan besi sisa tiang pancang, kayu sisa pendukung konstruksi, dan material sisa pengemasan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan bank sampah setempat.
PTFI dan YATAMAM akan menjalin kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (WEHASTA) untuk mengkaji konsep dan kelayakan fasilitas PTB, Pemerintah Daerah Gresik saat memberikan arahan dan perizinan, serta Kerja Sama Operasi (KSO) YATAMAM dan RMP selaku penghubung masyarakat dan perusahaan.
Horst mengatakan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab merupakan salah satu syarat dan prioritas PTFI saat pembangunan smelter Manyar.
“Upaya keberlanjutan dan program masyarakat seperti ini memerlukan dukungan multipihak agar dapat berjalan secara optimal. Maka dari itu, PTFI berencana terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, sektor LSM seperti YATAMAM, serta pemangku kepentingan setempat lainnya agar dapat memastikan pengelolaan limbah smelter Manyar memenuhi syarat dan standar lingkungan, serta yang terpenting, dapat berkontribusi bagi masyarakat dengan cara yang sejalan dengan standar kinerja sosial kami,” ucap Horst.
Freeport resmikan PTB untuk atasi limbah smelter manyar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sumber : Freeport Resmikan Fasilitas Pengolahan Limbah Smelter di Gresik
Editor : Eny Lestiani


