Genting Tanah Perangi Stunting Lewat Program Gizi Balita

Tenggarong – Pemerintah Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmennya dalam mengurangi angka stunting. Upaya itu diwujudkan melalui Program Makanan Bergizi (PMB) yang difokuskan pada balita dengan kondisi rawan gizi.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas generasi penerus bangsa, terutama di desa yang masih terbatas akses gizi dan layanan kesehatannya.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal masa depan anak-anak kita. Maka dari itu, desa berupaya hadir melalui langkah nyata, salah satunya lewat program makanan bergizi,” katanya, belum lama ini.

Saat ini, terdapat 14 balita yang masuk dalam kategori rawan stunting dan menjadi sasaran utama program tersebut. Selama hampir dua bulan terakhir, distribusi makanan bergizi dilakukan secara teratur melalui posyandu desa.

Menurut Junaidi, peran posyandu sangat penting dalam menjalankan program. Selain menyalurkan makanan tambahan, kader posyandu juga rutin memantau perkembangan balita, memberikan penyuluhan gizi kepada orang tua, serta mendokumentasikan catatan pertumbuhan anak.

“Peran posyandu sangat sentral. Mereka bukan hanya tempat timbang badan, tapi jadi ruang edukasi dan pelayanan gizi yang dekat dengan warga,” jelasnya.

Program yang sudah berjalan dua pekan ini mengandalkan anggaran lebih dari Rp50 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk penyediaan bahan pangan bergizi serta pelatihan kader posyandu agar lebih terampil dalam mendampingi warga.

Junaidi berharap langkah ini mampu mendukung tumbuh kembang anak di Genting Tanah agar lebih sehat, cerdas, dan terhindar dari ancaman stunting di masa depan.

“Kami ingin anak-anak desa tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” tutupnya.

Bagikan:

Pos terkait