Mediaetam.com, Lumajang – Beberapa hari ini terjadi gempa tremor harmonik di Gunung Semeru sehingga mengakibatkan Gunung Semeru erupsi. Gempa ini diakibatkan oleh suplai magma dari perut bumi.

Magma tampak keluar dari Puncak Jonggring Saloko.
Material mengarah pada cekungan gunung di arah sisi tenggara.
Kepulan asap warna hitam juga keluar ketika meterial menuju ke permukaan lereng.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur Liswanto memberikan informasi berdasarkan pantauan seismograf magma menuju kearah Curah Kobokan.
Namun, aktivitas gunung saat ini masih dalam kondisi batas aman. Jarak luncur magma berhenti sekitar 4,5 kilometer dari Puncak Jonggring Saloko.
“Ini masih zona aman karena pemukiman terdekat berada di radius 9 kilometer,” kata Liswanto.
Erupsi yang terjadi saat ini tidak memberikan dampak. Akan tetapi, Liswanto menghimbau kepada masyarakat terdekat agar tetap waspada. Karakteristik Gunung Semeru termasuk fluktuatif.
Bahaya sekunder dari jutaan kubik magma yang telah mengendap di kawasan lereng menjadi ancaman tersendiri.
Material tersebut setiap saat dapat menuju ke arah sungai apabila hujan turun.
Liswanto menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sungai aliran lahar apabila langit di atas Gunung Semeru tampak gelap.
“Masyarakat kami mohon tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak lahar dingin,” kata Liswanto.
Sumber : BREAKING NEWS Gunung Semeru Luncurkan Lava Sejauh 4.500 Meter, Warga Diminta Waspada
Editor : Eny Lestiani








