IDI Kukar Targetkan Dokter Spesialis Segera Merata hingga Pelosok

Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tabang. (IST)

TENGGARONG – Seperti halnya daerah lain, Kukar saat ini masih mengalami ketidakmerataan dokter spesialis. IDI Kukar selaku mitra strategis pemerintah di bidang kesehatan, melalui beberapa program ingin mengentaskan masalah ini. Ke depan, penempatan dokter spesialis anak, penyakit dalam, saraf, jiwa, hingga kebidanan harus ada di seluruh puskesmas di Kukar.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah kabupaten dalam menyukseskan visi “Kukar Idaman Terbaik” tahun 2026. Fokus utama kolaborasi ini adalah transformasi layanan primer dan pemerataan tenaga medis hingga ke wilayah pelosok.

Bacaan Lainnya

Ketua IDI Kukar, dr. Arif Risdianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merancang program kerja yang menyasar langsung indikator kesehatan utama daerah, seperti penurunan angka stunting dan angka kematian ibu (AKI).

“IDI siap menjadi mitra strategis pemkab dalam kolaborasi peningkatan kualitas kesehatan. Kami sudah menjalankan program dokter spesialis ke Puskesmas dan desa, mulai dari spesialis anak, penyakit dalam, saraf, jiwa, hingga kebidanan dan kandungan,” ujar dr. Arif, Selasa (3/3/2026).

Menanggapi tantangan geografis di wilayah Kukar, IDI berkomitmen mengoptimalkan program ‘Dokter Masuk Desa’ yang terintegrasi dengan teknologi digital.

“Program telemedicine sebenarnya sudah berjalan baik, namun di tahun 2026 akan kami optimalkan lagi, terutama untuk menjangkau daerah terisolasi yang jauh dari fasilitas kesehatan (faskes),” tambahnya.

Kekurangan Dokter Spesialis di Pedalaman

Salah satu tantangan besar di tahun 2026 adalah pemenuhan tenaga medis di zona hulu. dr. Arif membeberkan ada tiga wilayah kritis yang menjadi perhatian utama karena masih kekurangan atau bahkan belum memiliki dokter.

“Wilayah Tabang, Ritan, dan Kembang Janggut adalah tiga wilayah yang perlu diperhatikan khusus. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan target pengisian dokter di kecamatan tersebut tercapai pada 2026,” tegasnya.

Untuk memastikan dokter betah mengabdi di pelosok, IDI Kukar saat ini tengah mengawal penyusunan Raperda Sistem Kesehatan Daerah (SKD). Dalam regulasi tersebut, IDI mengusulkan dua poin krusial yakni pemberian insentif khusus bagi dokter yang bertugas di daerah pedalaman atau terpencil. Dan mendorong Pemkab Kukar menyekolahkan putra daerah berprestasi menjadi dokter agar mereka memiliki ikatan emosional untuk kembali membangun desa asalnya.

5 Indikator Keberhasilan IDI Kukar 2026

IDI Kukar menetapkan parameter jelas sebagai kontribusi nyata bagi transformasi kesehatan daerah:

Pemerataan kompetensi dokter layanan primer (Indikator Inti).

Penguatan budaya praktik berbasis standar medis dan etika yang kuat.

Dokter Puskesmas sebagai pilar utama transformasi layanan kesehatan promotif dan preventif.

Pengakuan IDI sebagai mitra strategis Pemda Kukar dalam setiap kebijakan kesehatan.

Peningkatan kesejahteraan bagi seluruh dokter yang mengabdi di wilayah Kukar.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait