Ketua DPRD Berau Minta Pemda Beri Perhatian Lebih Terhadap Pembangunan Gereja

Ketua DPRD Berau, Madri Pani saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal BAMAG 2022 di GOR Pemuda, Tanjung Redeb, pada Selasa (31/1/2023). [Christian / Mediaetam.com]
Ketua DPRD Berau, Madri Pani saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal BAMAG 2022 di GOR Pemuda, Tanjung Redeb, pada Selasa (31/1/2023). [Christian / Mediaetam.com]

Mediaetam.com, Berau – Ketua DPRD Berau, Madri Pani meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Berau, dalam hal ini lembaga eksekutif bersama jajaran instansi pemerintah, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan gereja di Berau.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan kepada para jemaat pada Perayaan Natal Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Berau 2022 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Pemuda, Tanjung Redeb, pada Selasa (31/1/2023).

Madri menyebut pembangunan gereja sangat penting bagi umat kristiani, khususnya dalam menjalankan ibadah untuk para jemaat. Dirinya pun menilai fasilitas itu merupakan tanggung jawab utama Pemda yang tak boleh dilupakan.

“Saya berharap Pemkab Berau memberi perhatian lebih kepada seluruh umat kristiani, khususnya dalam peningkatan pembangunan rumah ibadah sebagai sarana yang sangat penting. Termasuk dalam menuntaskan pembangunan gereja di setiap kampung,” tuturnya.

Madri mengaku peningkatan pembangunan rumah ibadah seperti gereja merupakan aspirasi utama dari para jemaat. Ia pun menerangkan bahwa sudah menjadi tugas legislatif untuk menyuarakan aspirasi tersebut.

“Saya sampaikan dalam perjalanan saya menjadi Ketua DPRD Berau, tanpa jemaat sekalian saya bukan siapa-siapa. Saya siap dikritisi untuk kemajuan Kabupaten Berau,” ucapnya.

“Saya murni anak kampung, anak petani, bukan berasal dari orang berada, serta tidak ada keluarga di birokrasi pemerintah. Bukan juga pengusaha, apalagi berasal dari dunia politik. Kami dipilih oleh masyarakat tentunya juga bersuara untuk masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Madri juga menyampaikan bahwa setiap daerah pasti memiliki perbedaan sebagai bukti karunia Tuhan yang nyata. Sehingga, dia meminta masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang dalam bersaudara.

“Beradanya saya di mimbar ini secara sadar tanpa memandang suku, agama, dan kulit yang berbeda warna di masyarakat. Perlu diingat, Indonesia merdeka bukan hanya karena satu suku, satu agama, atau satu etnis. Tapi seluruhnya bersama untuk berjuang,” imbuhnya.

Dengan semangat itu, Madri mengajak para jemaat untuk tetap menjaga kekompakan sesuai ayat Pancasila, yaitu Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa; Sila Ketiga, Persatuan Indonesia; dan Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Dalam suasana Natal damai ini, saya ingin menyampaikan bahwa tetap jaga kerukunan dan silaturahmi antarumat beragama. Jangan mudah terpecah belah oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” pesannya.

Membenarkan Madri, Ketua BAMAG Berau, Pdt. Franklin mengatakan bahwa masih banyak rumah ibadah, khususnya gereja yang belum tuntas, baik di wilayah kampung maupun perkotaan

“Seperti di daerah Mangkajang, Kampung Pesayan, Kecamatan Sambaliung, memang sudah disurvei oleh pihak Kesra, tapi belum selesai. Semoga bisa segera terealisasikan untuk pembangunan jemaat di sana,” ucapnya.

Perhatian Pemda terhadap pembangunan gereja, baginya, tentu menjadi kabar baik bagi seluruh umat kristiani di Kabupaten Berau. (*/Christian)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait