Loa Ulung Dorong Akses Jalan Tembus Antar Desa

Tenggarong – Pemerintah Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mengupayakan pembangunan jalan penghubung antar desa, khususnya akses langsung menuju Desa Tanjung Batu. Padahal, secara geografis, jarak kedua desa hanya sekitar 6 hingga 7 kilometer.

Namun karena belum tersedianya jalur langsung, warga harus menempuh rute yang jauh memutar untuk menuju ke wilayah Bukit Raya atau ke pusat kecamatan. Situasi ini cukup menyulitkan, terutama dalam urusan transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

 

“Kami anggap ini penting karena jarak aslinya sebenarnya tidak jauh, tapi masyarakat harus memutar. Kalau ada jalan tembus, itu akan memangkas waktu dan biaya,” ungkap Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, belum lama ini.

 

Hermi menegaskan bahwa pembangunan jalan tembus ini kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah desa. Menurutnya, jalan tersebut tak hanya akan mempermudah mobilitas, tapi juga membuka peluang ekonomi baru antarwilayah.

Selain itu, Pemdes Loa Ulung juga tengah merancang pelebaran jalan dalam desa sepanjang hampir satu kilometer, dari ujung ke ujung desa, sebagai respons atas keluhan warga dan wisatawan terhadap akses jalan yang masih sempit.

 

“Sekarang baru sekitar 1 kilometer yang sudah kami keraskan. Itu pun berkat bantuan dana aspirasi dari anggota dewan,” jelasnya.

 

Namun, lanjut Hermi, masih banyak ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan akibat keterbatasan dana desa. Ia menyatakan, proyek infrastruktur semacam ini membutuhkan dukungan lintas sektor.

 

“Kalau hanya mengandalkan dana desa, tentu tidak mungkin. Kami butuh kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujar Hermi.

 

Ia juga berharap adanya peran serta dari Dinas Pekerjaan Umum dan anggota legislatif agar aspirasi pembangunan jalan dapat segera terwujud.

Dengan dibangunnya jalan penghubung ini, mobilitas warga diyakini akan menjadi lebih efisien dan murah, serta membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelayanan sosial, baik bagi Loa Ulung maupun desa tetangga.

Jalur ini pun nantinya akan mendukung akses menuju lokasi-lokasi wisata di Loa Ulung yang selama ini terganggu oleh kondisi jalan sempit.

 

“Intinya, ini bukan hanya soal jalan, tapi soal pemerataan akses dan pembangunan. Kami ingin desa kami terkoneksi dengan baik ke wilayah sekitar,” tandas Hermi.

Bagikan:

Pos terkait