Loa Ulung Targetkan Bebas Stunting di 2026

Tenggarong – Pemerintah Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menguatkan peran Posyandu dalam memerangi stunting. Posyandu desa kini menjadi ujung tombak dalam menjaga tumbuh kembang anak agar optimal dan bebas dari masalah gizi kronis.

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menuturkan bahwa kegiatan Posyandu di wilayahnya masih berjalan aktif setiap bulan. Para kader terus melakukan pemantauan dan pelayanan secara rutin kepada balita dan ibu.

Bacaan Lainnya

 

“Alhamdulillah, Posyandu tetap berjalan aktif setiap bulan. Kader-kadernya rajin, dan kami semua berharap tahun ini dan tahun depan bisa bebas dari kasus stunting,” kata Hermi, baru-baru ini.

 

Ia menjelaskan, pada tahun 2024 lalu tercatat dua anak mengalami stunting. Namun di tahun 2025, belum ditemukan kasus baru, meski masih ada beberapa anak yang masuk kategori risiko.

 

“Anak-anak yang mengarah ke kondisi stunting ini sedang dalam pemantauan intensif. Kami sangat waspada, karena kalau sudah terjadi stunting, itu menguras banyak tenaga, waktu, dan biaya untuk penanganannya,” ujar Hermi.

 

Untuk mengantisipasi, pihak desa melibatkan kembali kader-kader kesehatan secara aktif di setiap Posyandu. Ketua RT juga berperan memastikan balita hadir bersama orang tua dalam kegiatan rutin.

Para kader bertugas mendeteksi dini gejala keterlambatan tumbuh kembang anak, kemudian memberikan intervensi, mulai dari edukasi gizi hingga bantuan pangan jika diperlukan.

 

“Kami tanamkan pemahaman bahwa hidup sehat itu tidak harus mahal. Pola makan bergizi bisa dicapai meski tanpa makanan mahal. Yang penting adalah komposisi dan kebersihan,” terang Hermi.

 

Namun, Hermi juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi, yakni pola pikir sebagian orang tua yang merasa tidak mampu memberikan gizi cukup karena keterbatasan ekonomi.

 

“Nah itu yang kami luruskan. Makanan murah pun bisa bergizi tinggi kalau diolah dengan benar. Ini yang terus disampaikan oleh kader-kader Posyandu kami,” ucapnya.

 

Oleh karena itu, kader Posyandu terus menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang, kebersihan makanan, serta pengasuhan yang baik kepada para ibu.

 

“Harapan kami, semua anak di Loa Ulung bisa tumbuh sehat dan cerdas. Dan upaya ini hanya bisa berhasil kalau masyarakat juga terlibat aktif,” tutup Hermi.

 

Bagikan:

Pos terkait