Mediaetam.com, Padang – Lowongan kerja 500 tenaga aparatur sipil negara (ASN) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setiap tahun. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan ini yaitu minimal jenjang pendidikan S3 atau doktor.

Kesempatan menjadi ASN di BRIN dapat menghilangkan kegalauan tentang masa depan. BRIN memberikan peluang masa depan yang cerah bagi putra putri bangsa yang memiliki kemampuan riset yang baik dengan pendidikan S3. Maka dari itu lowongan kerja BRIN dibuka bahkan tiap tahun ada.
“Kalau di BRIN jadi ASN sudah lumayan lah penghasilannya,” kata Handoko.
Handoko berpendapat jika kebijakan ini adalah tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya. Kebijakan yang dimaksud adalah kebijakan agar putra putri bangsa belajar setinggi mungkin. Tempat bekerja yang disediakan BRIN merupakan salah satu upaya menampung putra putri bangsa yang memiliki pendidikan tinggi dan memiliki kompetensi yang baik.
“Jangan sampai setelah mereka kuliah sampai S3 lalu tidak ada tempat bekerja menampung, sementara mereka memiliki potensi yang besar,” kata Handoko menambahkan.
Sebagian perguruan tinggi juga merasa sulit untuk mencari pengajar dengan jenjang S3. Oleh karena itu, BRIN membuat kebijakan yang dapat kita kenal sebagai mobilitas periset.
“Jadi para ASN di BRIN tidak perlu bekerja hingga pensiun, setelah 15 tahun bekerja jadi peneliti ahli madya atau utama akan diredistribusi ke kampus-kampus yang ada ,” kata Handoko menjelaskan.
Dengan adanya mobilitas periset maka kampus tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk alat riset bagi dosen. Riset ini akan diambil alih oleh BRIN.
Beberapa kampus memiliki kendala dalam penyediaan instrumen riset. Sekarang riset cukup dilakukan di BRIN dengan fasilitas yang lengkap. BRIN merupakan institusi yang dikhususkan untuk melakukan riset.
Handoko mengatakan bahwa kebijakan redistribusi ASN BRIN dilakukan baik kampus swasta maupun kampus negeri. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan diskriminasi.
Sumber : BRIN Buka Lowongan 500 ASN Doktor Setiap Tahun
Editor : Eny Lestiani








