Mahfud MD Berpendapat Lembaga Survei Dapat Dibeli di Era Demokrasi saat ini

Ilustrasi Mahfud MD [detik]

Mediaetam.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berpendapat jika lembaga survei dapat dibeli pada era demokrasi saat ini.

Ilustrasi Mahfud MD [detik]
Mahfud menuturkan iklim demokrasi Indonesia dapat memberikan peluang pada seseorang agar dapat mencalonkan dan mengajukan calon presiden sendiri.

Bacaan Lainnya

“Sekarang sudah terbuka di tempat kita. Kita bisa memilih, bisa mengajukan calon, bisa mencalonkan diri, bisa juga. Bisa membeli lembaga survei, bisa, bisa,” ucap Mahfud pada pidatonya di acara Gala Dinner Keluarga Besar Kahmi di Palu, Sulteng yang ditayangkan di kanal YouTube Munas Kahmi, Kamis (24/11) malam.

Mahfud menuturkan jika keadaan Indonesia saat ini mempunyai perbedaan dengan era Orde Baru. Pada zaman Orba tidak diperbolehkan ada lembaga dan hasil survei kandidat capres. Alasannya dikarenakan hasil pemilu sudah diketahui pemenangnya dari jauh hari.

“Zaman Orde Baru itu enggak boleh ada survei, karena lima tahun sebelumnya sebelum pemilu hasilnya sudah ada yang menentukan presidennya, Pak Harto itu dulu,” ucapnya.

Mahfud mengungkapkan jika saat ini semua orang bisa mengeluarkan hasil survei bahkan mereka juga dapat membelinya. Seseorang juga dapat memboking lembaga survei agar dapat menampilkan namanya pada hasil survei tertentu.

“Sekarang saudara boleh survei. Wah, ini surveinya sekarang ya nomor 1, 2. Ini ada yang ngeluh ‘loh kok saya belum masuk, masukkan saya dong’, boleh,” tuturnya.

“Karena ini demokrasi sudah tumbuh bahwa ini harus diperbaiki, mari perbaiki bersama-sama,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Mahfud juga mengatakan di era demokrasi saat ini membawa berkah untuk anggota HMI. Hal ini dikarenakan saat ini mereka dapat menjadi profesi apa saja yang dicita-citakan.

“Zaman Orde Baru gitu orang KAHMI mau bilang saya calon presiden, enggak bisa. Nggak bisa. Saya ingin jadi menteri ini, enggak bisa. Di zaman Orde Baru harus lewat satu pintu, pintu screening yang sangat mencekam. Mau sekolah saja kalau orang KAHMI dulu orang lulusan HMI gitu, dosen-dosen itu ditahan mapnya di meja. Ini HMI, ini HMI,” kata dia.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, pihak CNNIndonesia.com telah menghubungi Ketua Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Philips J Vermonte dan Sekjen Persepi Yunarto Wijaya untuk meminta klarifikasi terkait hal tersebut. Akan tetapi yang bersangkutan belum merespons sampai berita ini diturunkan.

 

Sumber : Mahfud di Acara KAHMI: Sekarang Kita Bisa Beli Lembaga Survei

 

Editor : Eny Lestiani

Bagikan:

Pos terkait