Mediaetam.com, Singapura – Singapura daftarkan kebaya ke UNESCO bersama Brunei, Malaysia, dan Thailand dengan kategori Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Berdasarkan pemberitaan Channel News Asia langkah multinasional kebaya didaftarkan ke UNESCO merupakan pertama kali diusulkan dan dikoordinasikan oleh Malaysia.
“Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand sepakat untuk bekerja sama dalam nominasi multinasional ini karena kebaya mewakili dan merayakan sejarah bersama yang kaya di kawasan ini, mempromosikan pemahaman lintas budaya, dan terus hadir dan secara aktif diproduksi dan dikenakan oleh banyak komunitas di seluruh Asia Tenggara,” tutur NHB.
Dewan tersebut juga membuka kesempatan bagi negara lain jika ingin bergabung untuk mendaftarkan kebaya.
Kategori Daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan telah diadakan oleh UNESCO sejak 2008, yang meliputi unsur-unsur warisan budaya takbenda dari berbagai negara.
Kategori ini mempunyai tujuan untuk menambah kesadaran, mendorong dialog yang menghormati keanekaragaman budaya, dan menganugrahkan pengakuan yang layak pada praktik serta ekspresi komunitas di seluruh dunia.
UNESCO fokus dengan penilaian pada aspek-aspek seperti bagaimana kebaya diselaraskan dengan definisi warisan budaya takbenda dari lembaga pendaftar, serta bagaimana langkah nominasi yang melibatkan partisipasi masyarakat pada setiap negara peserta. Hal ini merupakan cara agar yang didaftarkan dapat lolos dan disetujui.
NHB berpendapat jika Singapura menggelar enam focus group discussion pada Agustus dan Oktober 2022. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan pandangan dan informasi yang berhubungan dengan signifikansi sosial serta budaya kebaya bagi komunitas terkait, tak ketinggalan juga melakukan pembahasan tentang pendaftaran multinasionalnya.
Terdapat 48 peserta yang menghadiri diskusi tersebut. Para peserta berasal dari orang –orang yang terlibat dalam pembuatan dan pemakaian kebaya seperti praktisi budayawan, perwakilan asosiasi budayawan, dan peneliti.
NHB mengatakan bahwa seluruh peserta mengatakan dukungan mereka agar kebaya didaftarkan ke UNESCO secara multinasional.
NHB menambahkan pada 1-3 November 2022, pengurus dan sejumlah perwakilan masyarakat yang berasal dari Singapura mendatangi lokakarya yang digelar Malaysia di Port Dickson, Negeri Sembilan, sebagai upaya dari persiapan pendaftaran.
Perwakilan masyarakat dan pemerintah dari negara lain juga datang pada acara lokakarya tersebut.
NHB juga akan mengadakan langkah penjangkauan publik mulai Januari 2023 sampai Maret 2023. Hal ini dilakukan dalam rangka penggalangan dukungan terkait langkah Singapura daftarkan kebaya ke UNESCO.
“Kebaya telah, dan terus menjadi, aspek sentral dalam representasi dan tampilan warisan budaya serta identitas Melayu, Peranakan, dan komunitas lainnya di Singapura, dan merupakan bagian integral dari warisan kami sebagai kota pelabuhan multikultural, dengan hubungan lintas Asia Tenggara dan dunia,” kata Chang Hwee Nee, CEO NHB
“Pendaftaran multinasional menunjukkan multikulturalisme ini dan akar bersama kami dengan wilayah tersebut, serta mengakui pengetahuan, keterampilan artisanal, dan nilai sosial budaya yang terkait dengan kebaya.”
NHB mengatakan, target keempat negara peserta dalam pengajuan nominasi kebaya ke UNESCO yaitu Maret 2023. Hasil nominasi rencananya akan dilakukan pengumuman pada akhir 2024.
Sumber : Duduk Perkara Singapura Daftarkan Kebaya ke UNESCO bersama Malaysia, Brunei, dan Thailand
Editor : Eny Lestiani








