Mariano Peralta Bertahan di Borneo FC untuk Menikmati ‘Sesuatu’ yang Tak Diambil Bustos dan Pato

Mariano Peralta
Peralta memutuskan untuk bertahan di Borneo FC. (BFCS)

SamarindaMariano Peralta sebenarnya bisa saja langsung berbicara pada manajemen bahwa ia sangat ingin bertahan di Borneo FC. Tapi ia ingin menjadikan momen pernyataan komitmennya dengan epik. Maka di kamar hotel, malam sebelum melawan Madura United. Mungkin saja Peralta berguling-guling di kasurnya, kepalanya penuh dengan pilihan selebrasi jika di laga tersebut ia bisa mencetak gol. Menjelang terlelap, ia akhirnya memutuskan untuk memakai selebrasi ‘menelepon dan tanda tangan’. Sebuah kode yang sempat membuat para pendukung kelimpungan, karena mengira sang idola menginginkan kepergian.

Jelang akhir musim, ada 2 hal yang dikhawatirkan oleh pendukung Borneo FC Samarinda. Yakni di posisi berapa Pesut Etam akan finis dan apakah Peralta akan pergi ke Persib?

Peralta memang menjadi properti panas jelang akhir musim kemarin. Kegacorannya bersama Borneo FC Samarinda membuatnya, konon … mendapat ketertarikan dari beberapa tim besar. Rumor semacam ini memang pantas untuk dikhawatirkan. Lantaran cerita tentang kepergian Jonathan Bustos ke klub lain, yang berdasar kabar beredar karena klub tersebut bersedia memberi uang yang lebih besar, masih meninggalkan kepahitan di kalangan suporter.

Bacaan Lainnya

Sejak awal, Borneo FC memang bukan tim kaya raya. Walaupun tim asal Kalimantan Timur dikenal sebagai klub yang tak suka menunggak gaji. Serta perlahan memiliki training center, training ground (otw), serta fasilitas fisik sendiri. Itu lebih karena mereka menerapkan keputusan finansial yang tepat. Bukan dari gelontoran dana tak terbatas.

Malam yang Penuh Tanda Tanya

Hari itu, 10 Mei 2025 di pekan ke-32, Mariano Peralta memasuki lapangan Gelora Bangkalan dengan penuh optimistis. Matanya manyala. Penyerang Argentina percaya, hari ini ia akan membuat gol yang teramat penting. Kenapa penting?

Begini, ada rumor yang menyebutkan bahwa saat pertama direkrut Borneo FC. Mariano Peralta mendapat kontrak 1 musim dengan opsi perpanjangan. Opsi perpanjangannya akan otomatis aktif saat Peralta mampu membuat double digit gol dan asis.

Karena bukan pernyataan klub, validasi rumor tersebut memang dipertanyakan. Namun jika memakai pendekatan cocokologi, klausa dan opsi perpanjangan itu memang masuk akal.

Untuk mengaktifkan opsi perpanjangan, Peralta butuh sedikitnya 10 gol dan 10 asis. Untuk asis sudah terpenuhi di laga kontra PSIS pada pekan ke-30. Ketika itu Peralta membuat 2 gol dan 2 asis dalam kemenangan 5-2 Borneo FC di Stadion Jatidiri. Di waktu bersamaan, ia sudah mengoleksi 9 gol (8 di Liga 1 dan 1 di ACC 2024). Sehingga memerlukan 1 gol lagi.

Maka ketika pada menit ke-45+2, atau saat laga berumur 46 menit dan 6 detik, Peralta membuat gol usai mengonversi bola muntah hasil tembakan Kei Hirose. Ia langsung berlari ke belakang gawang Madura, mengitarinya, lalu menatap kamera untuk membuat selebrasi ‘menelepon dan tanda tangan’. Dia puas sekali melakukan itu. Tapi ….

Peralta lupa untuk membuat gerakan ‘tanda tangan’ lebih lama. Sehingga yang di-notice pendukung hanyalah gerakan ‘menelepon’ saja. Dan itu membuat mereka gusar.

Pasalnya, kode ‘telepon’ lebih umum sebagai kode bahwa si pemain ingin mendapat telepon dari klub lain yang tertarik padanya.

Malam usai pertandingan, publik Samarinda memanas. Mereka saling mempertanyakan tanpa ada yang bisa memberi jawaban. “Nih Peralta betulan mau hengkang, kah?”

Mariano Peralta Stay di Borneo FC

Senin, 16 Juni 2025, Borneo FC mengumumkan bahwa Peralta telah memperpanjang kontraknya.

“Musim Mariano Peralta Berlanjut di Borneo FC Samarinda,” begitu tajuk yang disematkan klub pada rilis di laman resmi.

“Borneo FC Samarinda dengan penuh rasa bangga mengumumkan bahwa Mariano Peralta akan kembali membela panji Pesut Etam musim depan. Setelah klub dan penyerang Argentina sepakat untuk memperpanjang masa kontrak.”

“Selain kontribusi dalam bentuk angka, Mariano Peralta juga merupakan simbol aplikatif filosofi Manyala saat bermain di lapangan pertandingan. Kegigihan, kerja keras, ngotot, pantang menyerah sampai akhir, serta memadukan kecerdasan berpikir dengan olah bola. Pemain 27 tahun tersebut layak menjadi panutan pemain-pemain junior Borneo FC Samarinda, serta menjadi idola bagi pendukung setia.”

“Klub berharap Mariano Peralta pada musim baru tetap menunjukkan kinerja seperti sebelumnya, atau mungkin bisa lebih baik lagi. Terus menjadi mesin gol, membawa klub finis di posisi yang ditargetkan, dan terus menjadi inspirasi.”

Mariano Peralta Ingin Menikmati Sepak Bolanya

Terkait perpanjangan kontraknya, Peralta tak menyebut alasan dari keputusannya itu. Dia hanya bilang bahwa musim depan ia ingin membawa Borneo FC finis di tempat yang lebih baik.

Namun jika membaca gesturnya di laga kontra Madura United. Sangat jelas bahwa Peralta sedari awal memang ingin bertahan di Segiri. Benar tidaknya ketertarikan tim-tim lain, termasuk tim juara Persib Bandung. Winger 27 tahun itu hanya ingin bertahan. Itu saja.

Lantas kenapa Peralta mau bertahan di tengah derasnya ketertarikan klub lain yang mungkin bersedia memberikan lebih banyak hal untuknya. Tidak ada yang tahu pasti.

Namun ada asumsi bahwa Peralta menikmati hari-harinya di klub asal Samarinda.

Di sini, untuk pertama kalinya sepanjang karier sepak bolanya. Dia mampu membuat 10 gol dan 12 asis dalam semusim. Ini bukan hanya jumlah terbanyak yang mampu ia buat dalam 1 musim kompetisi. Tapi juga sudah melebihi separuh dari yang ia buat di sepanjang kariernya.

Tengok saja statistik ini. Sejak debut di Liga 1 Argentina pada 2020, total Peralta telah membuat 18 gol dan 20 asis dari 137 pertandingan. Itu artinya, pada 102 pertandingan sebelum ke Borneo FC, Peralta hanya membuat 8 gol dan 7 asis saja. Sebaran golnya yakni: 2 pada musim 2020, 3 pada musim 2021/22, 2 pada musim 2022/23, dan 1 pada musim 2023/24.

Jadi jelas, musim lalu adalah waktu-waktu terbaik Peralta sebagai pesepakbola. Itu terjadi karena ia berada di klub dan liga yang tepat. Kans untuk mengulang catatan itu tetap besar kalau masih membela panji Pesut Etam musim depan.

Selain itu, di Kaltim, Peralta adalah idola. Di negaranya? Bermimpi menjadi idola saja adalah ‘larangan’. Winger sekelas DiMaria saja tidak terlalu dianggap kok, karena hegemoni Lionel Messi dan Maradona. Begitu juga Garnacho, lebih-lebih seorang Peralta.

Maka saat Kota Samarinda begitu mencintainya. Ditambah pengakuan dari mayoritas publik sepak bola Tanah Air. Tak ada pilihan yang lebih baik, selain terus bertahan di zona nyaman itu, di klub dan liga yang sama.

Tidak Seperti Bustos dan Pato

Jauh sebelum Peralta, ada 3 pemain yang kepergiannya ‘ditangisi’ oleh suporter Borneo FC. Mereka adalah Javlon Guseynov, Joni Bustos, dan Matheus Pato.

Javlon berada di kasus lain. Ia yang sudah memegang rekor pemain asing terlama di Borneo FC, masih ingin bertahan. Namun pelatih Andre Gaspar saat itu menendangnya demi memberi tempat pada Julio Cesar. Javlon adalah idola dan ‘kapten’ bagi fans Borneo FC.

Joni menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Pesut Etam untuk pergi ke PSS. Lalu Pato yang saat itu sudah bermain di 3 laga awal Liga 1 dengan torehan 3 gol, meminta Borneo FC menjualnya ke Shandong Taishan karena ingin bermain di klub yang lebih besar. Cita-citanya adalah bermain di level tinggi.

Peralta bisa saja mengikuti jejak mereka demi destinasi yang lebih tinggi. Entah itu grade klub atau kompetisinya. Namun ia tak mau buru-buru. Ia masih ingin menikmati momen-momen selalu dielu-elukan oleh fans Borneo FC. Momen di mana ia selalu dimintai foto bersama di manapun berada di Kaltim. Serta momen di mana ia terus mencetak gol dan asis bersama Borneo FC Samarinda. (has)

Bagikan:

Pos terkait